Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Indeks saham utama Jepang, Nikkei 225, melonjak pada penutupan perdagangan Jumat (10/4/2026) dan mencatat kinerja mingguan terbaik dalam lebih dari satu tahun terakhir.
Melansir Reuters, indeks Nikkei 225 naik 1,84% ke level 56.924,11. Dalam lima hari perdagangan terakhir, indeks ini menguat 7,1%, menjadi lonjakan mingguan terbesar sejak Agustus 2024.
Baca Juga: Bursa Australia Catat Kinerja Terbaik Sejak 2022 Jumat (10/4), Investor Masih Waspada
Penguatan terutama ditopang optimisme terhadap kinerja laba perusahaan serta meningkatnya investasi di sektor teknologi, yang mampu mengimbangi kekhawatiran atas rapuhnya gencatan senjata di Timur Tengah.
Reli pasar juga terjadi setelah pengumuman gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran, menyusul konflik yang turut melibatkan Israel.
Perhatian pelaku pasar kini tertuju pada pertemuan lanjutan di Pakistan untuk memperkuat kesepakatan damai.
Memasuki musim laporan keuangan, emiten ritel raksasa Fast Retailing menjadi sorotan.
Perusahaan induk Uniqlo tersebut membukukan kinerja gemilang, mendorong harga sahamnya melonjak 12% ke rekor tertinggi sepanjang masa.
Baca Juga: Bursa Asia Bersinar Jumat (10/4), Catat Kinerja Mingguan Terbaik Sejak 2022
Strategis ekuitas Nomura Securities Maki Sawada mengatakan bahwa pembelian selektif terhadap saham-saham individual pasca rilis kinerja menjadi pendorong utama kenaikan pasar.
Namun demikian, ia mengingatkan potensi tekanan di level atas seiring kehati-hatian investor terhadap perkembangan geopolitik serta reli tajam yang sudah terjadi.
Sentimen positif juga datang dari Wall Street, di mana indeks semikonduktor Philadelphia SE Semiconductor Index mencetak rekor tertinggi setelah naik selama tujuh sesi berturut-turut.
Hal ini memberikan dorongan bagi saham-saham terkait kecerdasan buatan (AI) di Tokyo.
Baca Juga: PM Australia dan Singapura Sepakat Mempererat Kerjasama Energi, Atasi Gejolak Global
Dari pergerakan saham, pemasok industri teknologi Fujikura melonjak 12%, sementara produsen chip Kioxia Holdings naik 8,8%.
Sebaliknya, saham BayCurrent turun 5,8%, diikuti SHIFT yang melemah 5,6%, serta platform e-commerce Mercari yang terkoreksi 4,9%.
Sementara itu, indeks yang lebih luas, Topix, justru turun tipis 0,04% ke level 3.739,85, menunjukkan bahwa kenaikan pasar masih terpusat pada saham-saham berkapitalisasi besar.













