kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   7.000   0,25%
  • USD/IDR 17.127   21,00   0,12%
  • IDX 7.458   150,91   2,07%
  • KOMPAS100 1.029   19,80   1,96%
  • LQ45 746   12,57   1,71%
  • ISSI 269   4,55   1,72%
  • IDX30 400   7,29   1,85%
  • IDXHIDIV20 490   9,98   2,08%
  • IDX80 115   1,84   1,62%
  • IDXV30 135   1,86   1,40%
  • IDXQ30 129   2,36   1,86%

Bursa Australia Catat Kinerja Terbaik Sejak 2022 Jumat (10/4), Investor Masih Waspada


Jumat, 10 April 2026 / 14:46 WIB
Bursa Australia Catat Kinerja Terbaik Sejak 2022 Jumat (10/4), Investor Masih Waspada
ILUSTRASI. Bursa Asia - Australia (Steven Saphore/AAP Image via Reuters)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Bursa saham Australia ditutup melemah pada Jumat (10/4/2026), namun tetap membukukan kinerja mingguan terbaik dalam lebih dari tiga tahun seiring optimisme gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran.

Melansir Reuters, indeks acuan S&P/ASX 200 turun 12,6 poin ke level 8.960,60 pada akhir perdagangan. Meski demikian, secara mingguan indeks ini melonjak 4,4%, terbaik sejak awal Oktober 2022.

Penguatan mingguan tersebut terutama ditopang oleh lonjakan saham sektor perbankan dan pertambangan yang masing-masing naik hingga sekitar 7%.

Baca Juga: Bursa Asia Bersinar Jumat (10/4), Catat Kinerja Mingguan Terbaik Sejak 2022

Namun, sentimen pasar tetap berhati-hati. Kekhawatiran atas keberlanjutan gencatan senjata masih membayangi, terutama setelah Washington menuding Teheran melanggar komitmen terkait pembukaan jalur Selat Hormuz.

Sementara Iran menyoroti serangan Israel ke Lebanon sebagai hambatan utama kesepakatan.

Chief Investment Officer Endeavor Asset Management Hayden Beamish menilai, penguatan pasar mencerminkan “rasa lega” investor, namun tetap diiringi sikap wait and see.

Volume transaksi yang berada di bawah rata-rata 30 hari juga menunjukkan banyak pelaku pasar memilih menahan posisi sambil menunggu kejelasan arah negosiasi di Timur Tengah.

“Tidak ada yang ingin mengambil risiko besar menjelang akhir pekan dengan kondisi seperti ini,” ujarnya.

Baca Juga: PM Australia dan Singapura Sepakat Mempererat Kerjasama Energi, Atasi Gejolak Global

Dari sisi sektoral, saham tambang menjadi penekan utama pada perdagangan harian, turun 0,6%.

Saham BHP melemah 1,1% dan Fortescue turun 1,3%. Meski begitu, sektor ini masih mencatat kenaikan mingguan sekitar 6,5%.

Sektor keuangan justru menguat, dengan empat bank besar Australia seluruhnya mencatat kenaikan dan mendorong sektor ini naik 6,6% sepanjang pekan.

Saham energi turun 0,5%, dengan Santos melemah 0,6%, sehingga sektor ini terkoreksi hampir 4% secara mingguan dan memutus tren penguatan delapan pekan berturut-turut.

Sementara itu, sektor kesehatan dan industri masing-masing turun 0,4%.

Baca Juga: Xi Jinping: China Tidak Akan Menolerir Kemerdekaan Taiwan

Di kawasan regional, indeks S&P/NZX 50 di Selandia Baru ditutup turun 0,7% ke 13.181,44. Meski demikian, indeks ini tetap mencatat kenaikan mingguan 2,2%, mengakhiri tren penurunan selama lima pekan berturut-turut.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×