Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Bursa saham Australia ditutup melemah pada Jumat (10/4/2026), namun tetap membukukan kinerja mingguan terbaik dalam lebih dari tiga tahun seiring optimisme gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran.
Melansir Reuters, indeks acuan S&P/ASX 200 turun 12,6 poin ke level 8.960,60 pada akhir perdagangan. Meski demikian, secara mingguan indeks ini melonjak 4,4%, terbaik sejak awal Oktober 2022.
Penguatan mingguan tersebut terutama ditopang oleh lonjakan saham sektor perbankan dan pertambangan yang masing-masing naik hingga sekitar 7%.
Baca Juga: Bursa Asia Bersinar Jumat (10/4), Catat Kinerja Mingguan Terbaik Sejak 2022
Namun, sentimen pasar tetap berhati-hati. Kekhawatiran atas keberlanjutan gencatan senjata masih membayangi, terutama setelah Washington menuding Teheran melanggar komitmen terkait pembukaan jalur Selat Hormuz.
Sementara Iran menyoroti serangan Israel ke Lebanon sebagai hambatan utama kesepakatan.
Chief Investment Officer Endeavor Asset Management Hayden Beamish menilai, penguatan pasar mencerminkan “rasa lega” investor, namun tetap diiringi sikap wait and see.
Volume transaksi yang berada di bawah rata-rata 30 hari juga menunjukkan banyak pelaku pasar memilih menahan posisi sambil menunggu kejelasan arah negosiasi di Timur Tengah.
“Tidak ada yang ingin mengambil risiko besar menjelang akhir pekan dengan kondisi seperti ini,” ujarnya.
Baca Juga: PM Australia dan Singapura Sepakat Mempererat Kerjasama Energi, Atasi Gejolak Global
Dari sisi sektoral, saham tambang menjadi penekan utama pada perdagangan harian, turun 0,6%.
Saham BHP melemah 1,1% dan Fortescue turun 1,3%. Meski begitu, sektor ini masih mencatat kenaikan mingguan sekitar 6,5%.
Sektor keuangan justru menguat, dengan empat bank besar Australia seluruhnya mencatat kenaikan dan mendorong sektor ini naik 6,6% sepanjang pekan.
Saham energi turun 0,5%, dengan Santos melemah 0,6%, sehingga sektor ini terkoreksi hampir 4% secara mingguan dan memutus tren penguatan delapan pekan berturut-turut.
Sementara itu, sektor kesehatan dan industri masing-masing turun 0,4%.
Baca Juga: Xi Jinping: China Tidak Akan Menolerir Kemerdekaan Taiwan
Di kawasan regional, indeks S&P/NZX 50 di Selandia Baru ditutup turun 0,7% ke 13.181,44. Meski demikian, indeks ini tetap mencatat kenaikan mingguan 2,2%, mengakhiri tren penurunan selama lima pekan berturut-turut.













