kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.689.000   -24.000   -0,88%
  • USD/IDR 18.012   53,00   0,30%
  • IDX 5.887   -15,41   -0,26%
  • KOMPAS100 778   -4,12   -0,53%
  • LQ45 589   -0,40   -0,07%
  • ISSI 201   -0,41   -0,20%
  • IDX30 336   0,39   0,12%
  • IDXHIDIV20 416   2,08   0,50%
  • IDX80 88   -0,28   -0,32%
  • IDXV30 111   -0,12   -0,11%
  • IDXQ30 108   0,87   0,81%

Uni Eropa Sepakati Pengendalian Harga yang Lebih Ketat untuk Pasar Karbon yang Baru


Kamis, 11 Juni 2026 / 14:14 WIB
Uni Eropa Sepakati Pengendalian Harga yang Lebih Ketat untuk Pasar Karbon yang Baru
ILUSTRASI. Uni Eropa menyetujui langkah-langkah yang lebih ketat untuk mengendalikan harga di pasar karbon barunya. (KONTAN/Fenie Chintya)


Sumber: Reuters | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - BRUSSELS. Uni Eropa menyetujui langkah-langkah yang lebih ketat untuk mengendalikan harga di pasar karbon barunya. Langkah ini dilakukan untuk menanggapi kekhawatiran pemerintah bahwa inisiatif pengurangan emisi dapat meningkatkan tagihan bahan bakar. 

Mengutip Reuters, Kamis (11/6/2026), setelah negosiasi yang berlangsung hingga larut malam pada hari Rabu, negara-negara Uni Eropa dan Parlemen Eropa sepakat bahwa jika biaya izin di pasar karbon baru melebihi € 45 ($52) per ton CO2, maka 40 juta izin akan dilepaskan ke pasar dari cadangan stabilitas untuk mengatur pasokan, meningkat dari sebelumnya 20 juta, kata Parlemen dalam sebuah pernyataan.

Cadangan tersebut dapat diaktifkan dua kali per tahun, menambahkan total 80 juta izin tambahan ke pasar setiap tahunnya. Cadangan tersebut juga akan diperpanjang hingga setelah tahun 2030, bukan berakhir pada tahun tersebut.

Baca Juga: Harga Emas Rebound dari Titik Terendah Enam Bulan, Investor Cermati Data Inflasi

Sistem perdagangan emisi kedua Uni Eropa, yang dikenal sebagai ETS2, akan memberlakukan harga mulai tahun 2028 untuk emisi CO2 yang dihasilkan oleh bahan bakar pemanas dan transportasi untuk mendorong peralihan ke kendaraan listrik dan sistem pemanas rumah yang lebih bersih.

Sistem ini akan mewajibkan pemasok dan distributor bahan bakar untuk membeli izin CO2 dari pasar ETS2 untuk menutupi emisi mereka.

Hasil dari skema ini akan digunakan untuk membantu masyarakat membayar tagihan, membeli mobil listrik, dan berinvestasi dalam renovasi rumah hemat energi.

Skema ini terpisah dari sistem perdagangan emisi Uni Eropa yang sudah ada, yang mencakup pembangkit listrik dan industri berat.

Langkah-langkah yang lebih ketat untuk mengatur harga ETS2 mengikuti peringatan dari pemerintah, termasuk Prancis dan Republik Ceko, bahwa program baru ini berisiko memicu penentangan terhadap kebijakan perubahan iklim jika dianggap menaikkan tagihan bahan bakar konsumen.

Baca Juga: Amerika Kini Jadi Eksportir Minyak Terbesar Dunia, Peta Energi Global Berubah

Perubahan yang disepakati juga mencakup pelepasan izin secara bertahap dari cadangan stabilitas pasar, untuk menghindari perubahan pasokan mendadak yang dapat memicu pergerakan harga yang tajam. Volume yang lebih kecil akan mulai dilepaskan segera setelah jumlah izin di pasar turun di bawah 260 juta, menggantikan rencana sebelumnya untuk melepaskan 100 juta izin ketika totalnya turun di bawah 210 juta.

Negara-negara Uni Eropa dan Parlemen Eropa harus menyetujui kesepakatan tersebut sebelum berlaku. Langkah itu biasanya hanya formalitas yang mengesahkan kesepakatan yang telah disepakati sebelumnya tanpa perubahan.

($1 = €0,8666)


Video Terkait



TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×