kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.700.000   20.000   0,75%
  • USD/IDR 17.901   19,00   0,11%
  • IDX 6.322   -51,70   -0,81%
  • KOMPAS100 825   -10,19   -1,22%
  • LQ45 627   -6,67   -1,05%
  • ISSI 218   -2,04   -0,93%
  • IDX30 351   -3,58   -1,01%
  • IDXHIDIV20 427   -2,84   -0,66%
  • IDX80 94   -1,12   -1,17%
  • IDXV30 117   -0,97   -0,82%
  • IDXQ30 111   -0,81   -0,73%

Taiwan Gelar Latihan Anti-Blokade di Tengah Tekanan Maritim China


Kamis, 13 Agustus 2026 / 08:05 WIB
Taiwan Gelar Latihan Anti-Blokade di Tengah Tekanan Maritim China
ILUSTRASI. Militer Taiwan - Mirage 2000 (REUTERS/Ann Wang)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

​KONTAN.CO.ID - Taiwan menggelar latihan anti-blokade sebagai bagian dari latihan perang tahunan, Han Kuang, dengan melibatkan angkatan laut dan penjaga pantai untuk mensimulasikan pengawalan kapal dagang.

Latihan tersebut berlangsung pada Rabu (12/8/2026), ketika China meningkatkan tekanan maritim di sekitar Taiwan.

Baca Juga: Trump Izinkan Penggunaan Perangkat Siber untuk Lawan Organisasi Kriminal

Kementerian Pertahanan Taiwan mengatakan latihan dirancang dengan skenario yang menyerupai kondisi pertempuran nyata.

Tujuannya memperkuat koordinasi antarinstansi serta meningkatkan ketahanan pertahanan maritim Taiwan dalam menghadapi potensi blokade.

Dalam simulasi tersebut, kapal angkatan laut bekerja sama dengan kapal penjaga pantai untuk menjalankan tugas pengawalan dan perlindungan keamanan terhadap kapal dagang.

Sementara itu, sebuah kapal penyapu ranjau bertugas membersihkan jalur pelayaran yang aman dan mengarahkan kapal dagang yang disimulasikan menuju pelabuhan.

Penjaga pantai Taiwan mengatakan latihan tersebut berlangsung di dua pelabuhan di wilayah pantai timur Taiwan.

Ini menjadi kali pertama angkatan laut dan penjaga pantai Taiwan menggelar latihan anti-blokade secara bersama-sama.

Baca Juga: Angkatan Laut Indonesia: Latihan Bersama dengan China Kegiatan Rutin

Taiwan Waspadai Ancaman Blokade China

Taiwan selama ini mengkhawatirkan kemungkinan China menerapkan blokade atau karantina untuk melumpuhkan aktivitas di pulau tersebut dan memaksanya menyerah.

China menganggap Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya dan tidak mengesampingkan penggunaan kekuatan untuk mengambil alih pulau tersebut. Pemerintah Taiwan yang terpilih secara demokratis menolak klaim kedaulatan Beijing.

Kekhawatiran Taipei semakin meningkat setelah China mulai menggelar patroli yang disebut sebagai operasi penegakan hukum di perairan sebelah timur Taiwan pada Juni lalu.

Langkah tersebut memicu kemarahan Taiwan serta kekhawatiran di Amerika Serikat dan sejumlah negara Barat.

Latihan Han Kuang sendiri berlangsung selama 10 hari dan mensimulasikan berbagai skenario yang mungkin terjadi apabila China benar-benar melancarkan upaya untuk merebut Taiwan dengan kekuatan militer.

Baca Juga: Fenomena Langka dalam 27 Tahun, Gerhana Matahari Total Bikin Spanyol Gelap

Taiwan Simulasikan Pertahanan Jembatan Taipei

Selain latihan anti-blokade di laut, Taiwan juga menggelar simulasi pertahanan di darat pada Rabu malam.

Para tentara memasang barikade logam, kawat berduri, serta penghalang beton di sejumlah ruas jalan menuju salah satu jembatan penting di Taipei.

Jembatan tersebut dinilai berpotensi menjadi jalur yang digunakan pasukan China untuk memasuki ibu kota Taiwan apabila terjadi serangan.

Peneliti dari Institute for National Defense and Security Research Taiwan Chieh Chung mengatakan, strategi pertahanan militer Taiwan dalam kondisi perang kemungkinan akan mencakup pembangunan sejumlah zona penghalang.

Zona tersebut akan membentang dari area jembatan hingga lokasi yang telah ditentukan sebagai zona pembunuhan (kill zones).

Baca Juga: Jerman Izinkan Badan Intelijen Meretas Sistem Komunikasi Pihak Asing yang Jadi Lawan

Tujuannya adalah mencegah pasukan China menggunakan jembatan untuk bergerak cepat menuju Taipei.

"Saya yakin rencana militer juga akan mencakup penghancuran jembatan-jembatan tersebut jika diperlukan, untuk memastikan Tentara Pembebasan Rakyat China tidak dapat menggunakannya untuk menyeberangi sungai dengan cepat dan melanjutkan serangan," kata Chieh.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×