Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Harga tembaga global naik ke level tertinggi dalam lebih dari tiga pekan pada Jumat (10/4/2026), seiring ekspektasi penguatan mingguan, meskipun investor masih meragukan keberlanjutan gencatan senjata antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.
Melansir Reuters, kontrak tembaga tiga bulan di London Metal Exchange naik 0,39% ke level US$ 12.731 per ton, dan diproyeksikan mencatat kenaikan lebih dari 3% sepanjang pekan.
Sementara itu, kontrak tembaga paling aktif di Shanghai Futures Exchange menguat 0,57% ke 98.440 yuan per ton, dengan kenaikan mingguan sebesar 2,14%.
Baca Juga: Bursa Korea Selatan Catat Kinerja Terbaik 5 Tahun pada Jumat (10/4), Ini Sentimennya
Pada sesi sebelumnya, harga sempat menyentuh level tertinggi tiga pekan di 98.750 yuan per ton.
Pelaku pasar kini mencermati perkembangan negosiasi antara AS dan Iran yang dijadwalkan berlangsung di Pakistan.
Kesepakatan gencatan senjata sebelumnya sempat menekan harga minyak dan meredakan kekhawatiran terhadap perlambatan pertumbuhan ekonomi global.
Namun, ketegangan masih membayangi. Iran menyoroti serangan Israel ke Lebanon sebagai hambatan utama, sementara Washington menuduh Teheran tidak memenuhi komitmen terkait kelancaran pasokan minyak melalui Selat Hormuz.
Dari sisi fundamental, data inflasi produsen di China menunjukkan tekanan harga mulai meningkat.
Baca Juga: Indeks Nikkei Jepang Catat Kinerja Terbaik Sejak 2024 pada Jumat (10/4)
Indeks harga produsen (PPI) China naik 0,5% secara tahunan pada Maret, mengakhiri tren penurunan selama 41 bulan.
Kenaikan paling signifikan terjadi pada sektor logam non-ferrous, dengan harga di sektor pertambangan melonjak 36,4% dan sektor peleburan serta pengolahan naik 22,4%. Hal ini mengindikasikan konflik geopolitik mulai mendorong kenaikan biaya di sektor industri.
Untuk logam lainnya di LME, harga aluminium naik 0,73%, nikel menguat 0,42%, timah naik 0,13%, sementara seng turun 0,24% dan timbal melemah 0,23%.
Di pasar Shanghai, aluminium naik 0,14%, timah menguat 0,54%, sementara seng turun 0,69%, timbal melemah 0,51%, dan nikel terkoreksi 0,87%.













