Sumber: Reuters | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga emas dunia kembali melemah pada perdagangan Senin (8/6/2026) dan menyentuh level terendah dalam lebih dari dua bulan.
Tekanan terhadap logam mulia dipicu meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga Amerika Serikat (AS) setelah data ketenagakerjaan yang kuat, sementara memanasnya kembali konflik di Timur Tengah mendorong kenaikan harga minyak dan meningkatkan kekhawatiran inflasi.
Berdasarkan data pasar, harga emas spot turun 0,3% menjadi US$ 4.315,71 per ons pada pukul 07.25 GMT (14:25 WIB). Sebelumnya, harga emas sempat menyentuh level terendah sejak 23 Maret. Pada perdagangan Jumat lalu, harga emas juga merosot sekitar 3% dan mencatatkan posisi terendah dalam lebih dari dua bulan.
Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Agustus turun 0,6% menjadi US$ 4.341,10 per ons.
Analis Pasar Senior OANDA, Kelvin Wong, mengatakan pelemahan harga emas saat ini terutama dipengaruhi oleh perubahan ekspektasi pasar terhadap kebijakan moneter bank sentral AS.
Baca Juga: Timnas Iran Tiba di Meksiko Jelang Piala Dunia 2026, Diwarnai Drama Visa
"Semua ini didasarkan pada sikap hawkish yang mulai diperhitungkan pasar terhadap kontrak berjangka The Fed," kata Wong.
Ia menambahkan bahwa kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS (Treasury) turut memberikan tekanan tambahan terhadap harga emas.
Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun naik setelah sebelumnya menyentuh level tertinggi dalam dua pekan pada sesi perdagangan sebelumnya. Kenaikan yield tersebut meningkatkan biaya peluang (opportunity cost) bagi investor untuk memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil.
Di sisi lain, ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali meningkat. Israel menyatakan telah menyerang sejumlah target militer di wilayah barat dan tengah Iran pada Senin, meskipun Presiden AS Donald Trump dilaporkan telah meminta Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk menahan diri dari serangan lanjutan.
Situasi tersebut mendorong harga minyak dunia melonjak lebih dari US$ 4 per barel. Kenaikan harga energi memicu kekhawatiran baru terhadap inflasi global dan kemungkinan pengetatan kebijakan moneter lebih lanjut.
Meski emas selama ini dikenal sebagai instrumen lindung nilai terhadap inflasi, kenaikan suku bunga cenderung menjadi sentimen negatif bagi logam mulia karena meningkatkan daya tarik aset berbunga.
Data Tenaga Kerja AS Perkuat Spekulasi Kenaikan Suku Bunga
Data terbaru menunjukkan ekonomi AS mencatat pertumbuhan lapangan kerja yang kuat selama tiga bulan berturut-turut hingga Mei 2026. Kondisi ini menegaskan bahwa pasar tenaga kerja AS kembali menguat setelah mengalami perlambatan pada tahun lalu.
Kondisi tersebut memberikan ruang yang lebih besar bagi bank sentral AS untuk mempertahankan suku bunga tinggi atau bahkan menaikkannya di tengah tekanan inflasi yang meningkat akibat konflik Iran.
Baca Juga: Pasokan Minyak Timur Tengah Terganggu, China Tunda Ekspansi Kilang Strategis
Berdasarkan alat FedWatch milik CME Group, pelaku pasar kini memperkirakan peluang sebesar 72% bahwa Federal Reserve akan menaikkan suku bunga sebelum akhir tahun, dengan kemungkinan langkah tersebut terjadi pada Desember.
Presiden Federal Reserve Cleveland, Beth Hammack, pada Jumat lalu mengatakan bahwa data ketenagakerjaan terbaru menunjukkan pasar tenaga kerja berada dalam kondisi yang relatif seimbang dan mendekati tingkat kesempatan kerja penuh.
"Angka ketenagakerjaan terbaru menunjukkan pasar tenaga kerja berada dalam kondisi yang relatif seimbang dan mendekati kesempatan kerja penuh, sementara inflasi yang masih tinggi dapat mengharuskan The Fed menaikkan suku bunga dalam waktu dekat untuk mengendalikannya," ujar Hammack.
Logam Mulia Lainnya Juga Melemah
Tidak hanya emas, harga logam mulia lainnya juga bergerak melemah pada perdagangan Senin.
Harga perak spot turun 0,5% menjadi US$ 67,47 per ons. Sementara itu, platinum terkoreksi 0,6% menjadi US$ 1.766,70 per ons.
Berbeda dengan logam mulia lainnya, palladium justru mencatat kenaikan tipis sebesar 0,3% menjadi US$ 1.229 per ons.













