kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.743.000   5.000   0,18%
  • USD/IDR 18.200   150,00   0,83%
  • IDX 5.342   -252,63   -4,52%
  • KOMPAS100 698   -37,93   -5,15%
  • LQ45 527   -30,67   -5,50%
  • ISSI 185   -9,94   -5,11%
  • IDX30 298   -17,74   -5,61%
  • IDXHIDIV20 370   -21,50   -5,49%
  • IDX80 79   -4,39   -5,24%
  • IDXV30 102   -4,22   -3,96%
  • IDXQ30 96   -6,26   -6,12%

Timnas Iran Tiba di Meksiko Jelang Piala Dunia 2026, Diwarnai Drama Visa


Senin, 08 Juni 2026 / 15:19 WIB
Timnas Iran Tiba di Meksiko Jelang Piala Dunia 2026, Diwarnai Drama Visa
ILUSTRASI. Ancaman visa dan sanksi menghantui persiapan Timnas Iran jelang Piala Dunia 2026. (REUTERS/Victor Medina)


Sumber: Reuters | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - TIJUANA. Tim nasional sepak bola Iran tiba di Kota Tijuana, Meksiko, pada Minggu (7/6/2026) dini hari waktu setempat untuk menjalani persiapan menjelang Piala Dunia 2026.

Namun, kedatangan mereka tidak hanya menjadi bagian dari agenda olahraga semata, melainkan juga mencerminkan kompleksitas situasi geopolitik yang tengah melibatkan Iran dan Amerika Serikat.

Skuad Iran mendarat di Tijuana sekitar pukul 05.00 pagi setelah menempuh penerbangan semalam dari Turki, tempat mereka menjalani pemusatan latihan selama tiga pekan terakhir. Kota Tijuana dipilih sebagai basis tim karena lokasinya yang berbatasan langsung dengan San Diego, Amerika Serikat, salah satu negara tuan rumah Piala Dunia 2026.

Saat bus tim meninggalkan Bandara Tijuana, rombongan sempat berhenti sejenak agar para pejabat federasi sepak bola Iran dapat menyapa sekitar 20 pendukung yang membawa bendera Iran. Pengamanan ketat diterapkan dengan pengawalan aparat militer dan kepolisian hingga rombongan tiba di hotel.

Piala Dunia Jadi Arena Soft Power

Sepak bola memiliki posisi istimewa di Iran dan menjadi olahraga paling populer yang dinikmati masyarakat dari berbagai latar belakang politik. Namun, perjalanan Timnas Iran menuju Piala Dunia kali ini dibayangi berbagai persoalan politik, mulai dari konflik dengan Amerika Serikat hingga ketidakpastian terkait izin masuk ke wilayah AS.

Baca Juga: Israel Serang Fasilitas Petrokimia Iran, Trump Minta Netanyahu Menahan Diri

Keputusan Iran menjadikan Tijuana sebagai markas sementara juga tidak lepas dari pertimbangan politik. Federasi Sepak Bola Iran pada menit-menit terakhir memindahkan pusat latihan tim dari Arizona, AS, ke Meksiko karena ketidakpastian penerbitan visa dan meningkatnya pandangan di Iran bahwa keberadaan tim di Amerika Serikat sebaiknya dibatasi seminimal mungkin.

Duta Besar Iran untuk Meksiko, Abolfazl Pasandideh, mengatakan keputusan tersebut diambil setelah negosiasi intensif menjelang turnamen.

Pelatih Iran Amir Ghalenoei mengungkapkan bahwa idealnya tim sudah tiba di Tijuana sejak pekan lalu agar memiliki waktu lebih banyak untuk beradaptasi dengan perbedaan waktu.

"Biasanya, dalam turnamen seperti ini, pertimbangan kemanusiaan dan etika seharusnya didahulukan dibanding aspek teknis, dan saya percaya pertimbangan tersebut tidak diberikan kepada kami," ujar Ghalenoei setibanya di Bandara Tijuana.

Bek senior Iran, Ehsan Hajsafi, mengatakan timnya menghadapi kondisi yang sangat berat sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada Februari lalu.

"Kami telah melalui situasi yang sangat sulit, tetapi kondisi fisik para pemain sangat baik dan kami sepenuhnya siap menghadapi turnamen ini," kata Hajsafi.

Iran dijadwalkan menjalani dua laga awal Grup G di wilayah Los Angeles melawan Selandia Baru pada 15 Juni dan Belgia pada 21 Juni. Setelah itu, mereka akan menghadapi Mesir di Seattle pada 26 Juni. Iran dan Amerika Serikat berpotensi bertemu di babak 32 besar apabila keduanya sama-sama finis sebagai runner-up grup.

Baca Juga: Pasokan Minyak Timur Tengah Terganggu, China Tunda Ekspansi Kilang Strategis

Tekanan Politik Menghantui Tim Iran

Piala Dunia 2026 menjadi turnamen pertama sejak penyelenggaraan perdana pada 1930 yang mempertemukan negara tuan rumah dengan negara yang sedang terlibat konflik bersenjata dengannya.

Namun, ketegangan dengan Amerika Serikat hanyalah satu dari sejumlah tantangan yang dihadapi Timnas Iran.

Gelombang protes besar yang pecah di Iran pada akhir tahun lalu, yang menuntut berakhirnya pemerintahan ulama, berujung pada tindakan represif pemerintah yang menewaskan lebih dari 2.000 orang. Situasi semakin memburuk setelah serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari yang memicu perang berkepanjangan hingga saat ini.

Direktur Studi Iran di Stanford University, Abbas Milani, menilai para pemain berada dalam posisi yang sangat sulit.

"Situasi ini menjadi serba salah bagi para pemain. Ada tekanan agar mereka tidak bermain untuk tim nasional, ada tekanan untuk menunjukkan solidaritas kepada rakyat, sementara para atlet sebenarnya hanya ingin bermain sepak bola," ujar Milani.

Menurutnya, tekanan terhadap Timnas Iran terus meningkat sejak Piala Dunia 2022 di Qatar. Saat itu para pemain menjadi sorotan dunia setelah menolak menyanyikan lagu kebangsaan Iran sebelum pertandingan, yang dianggap sebagai bentuk solidaritas terhadap demonstran anti-pemerintah di dalam negeri.

Drama Visa Menjelang Turnamen

Ketidakpastian mengenai visa menjadi salah satu persoalan utama yang dihadapi Iran menjelang turnamen.

Setelah berpekan-pekan menunggu kepastian, pemerintah Amerika Serikat akhirnya menerbitkan visa bagi seluruh pemain Iran pada Jumat (5/6), hanya 10 hari sebelum pertandingan pertama mereka.

Namun demikian, sejumlah anggota delegasi Iran tidak memperoleh visa. Federasi Sepak Bola Iran menyatakan beberapa anggota penting dari jajaran manajemen dan administrasi tim tidak mendapatkan izin masuk ke Amerika Serikat.

Federasi Iran menuduh Washington telah melanggar kewajiban sebagai tuan rumah serta melanggar regulasi FIFA.

Duta Besar Pasandideh mengatakan sekitar 15 dari total 70 anggota delegasi yang tiba di Tijuana belum memperoleh visa untuk memasuki Amerika Serikat.

Sementara itu, Departemen Luar Negeri AS menyatakan pemerintah telah menerbitkan visa yang diperlukan agar Iran dapat berpartisipasi dalam Piala Dunia.

Baca Juga: Harga Emas Anjlok 1% di Tengah Hari Ini, Terseret Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga AS

"Kami telah menerbitkan visa yang diperlukan agar Iran dapat berpartisipasi dalam Piala Dunia, termasuk bagi para atlet dan staf pendukung yang dibutuhkan," kata seorang pejabat Departemen Luar Negeri AS.

Pejabat tersebut menambahkan, "Kami tidak akan membiarkan tim Iran menyalahgunakan sistem ini untuk menyelundupkan teroris ke Amerika Serikat dengan dalih yang tidak benar."

Hingga saat ini, FIFA belum memberikan tanggapan resmi terkait sengketa visa tersebut.

Meksiko Tunjukkan Solidaritas

Mantan Kepala Badan Imigrasi Nasional Meksiko periode 2018-2019, Tonatiuh Guillen, menilai kesediaan Meksiko menjadi tuan rumah sementara bagi Timnas Iran merupakan bentuk solidaritas di tengah situasi yang penuh ketidakpastian.

Menurut Guillen, keputusan tersebut menunjukkan dukungan kemanusiaan kepada Iran pada saat negara tersebut menghadapi berbagai tantangan diplomatik dan keamanan menjelang ajang sepak bola terbesar di dunia.




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×