kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.784.000   -30.000   -1,07%
  • USD/IDR 17.344   78,00   0,45%
  • IDX 7.101   28,83   0,41%
  • KOMPAS100 958   2,89   0,30%
  • LQ45 684   1,82   0,27%
  • ISSI 255   0,38   0,15%
  • IDX30 380   1,10   0,29%
  • IDXHIDIV20 465   2,14   0,46%
  • IDX80 107   0,37   0,34%
  • IDXV30 136   1,19   0,88%
  • IDXQ30 121   0,39   0,32%

Tanpa UEA, OPEC+ Diprediksi Melakukan “Business as Usual” di Tengah Krisis Iran


Kamis, 30 April 2026 / 04:23 WIB
Tanpa UEA, OPEC+ Diprediksi Melakukan “Business as Usual” di Tengah Krisis Iran
ILUSTRASI. OPEC+ kemungkinan akan menyepakati kenaikan kecil kuota produksi minyak pada Minggu (3/5/2026). (NULL/Heinz-Peter Bader)


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - OPEC+ kemungkinan akan menyepakati kenaikan kecil kuota produksi minyak pada Minggu (3/5/2026), meskipun kelompok produsen ini kehilangan sebagian besar ekspornya akibat perang AS-Israel melawan Iran serta keluarnya anggota kunci, Uni Emirat Arab (UEA). Hal itu diungkapkan oleh tiga sumber yang mengetahui pembahasan tersebut kepada Reuters.

Menurut sumber-sumber tersebut, kelompok produsen minyak itu diperkirakan akan menyetujui kenaikan target produksi sekitar 188.000 barel per hari (bph). Angka ini hampir setara dengan kenaikan bulan lalu sebesar 206.000 bph, namun dikurangi porsi UEA yang keluar dari kelompok mulai 1 Mei.

Keputusan tersebut akan menjadi sinyal bahwa OPEC+ tetap menjalankan pendekatan business as usual alias bisnis seperti biasa, kata salah satu sumber.

Seluruh sumber berbicara dengan syarat anonim. Salah satu sumber lainnya mengatakan, kelompok tersebut belum mengambil keputusan final menjelang pertemuan.

OPEC belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar yang dikirim setelah jam kerja pada Rabu.

Baca Juga: Pernyataan Hasil FOMC The Fed (29 April 2026)

Perang Iran yang dimulai pada 28 Februari dan penutupan Selat Hormuz telah membatasi ekspor dari anggota OPEC+ seperti Arab Saudi, Irak, dan Kuwait, serta UEA.

Sebelum konflik tersebut, negara-negara produsen itulah yang menjadi satu-satunya pihak dalam kelompok yang masih mampu menaikkan produksi.

Produksi minyak mentah dari seluruh anggota OPEC+ rata-rata mencapai 35,06 juta barel per hari pada Maret, turun 7,70 juta barel per hari dibanding Februari, menurut laporan OPEC yang terbit awal bulan ini. Irak dan Arab Saudi melakukan pemangkasan terbesar akibat ekspor yang terhambat.

Di luar kawasan Teluk, Rusia juga memangkas produksi setelah infrastruktur energi mereka rusak akibat serangan drone Ukraina.

Tonton: Mantan Gubernur Lampung Ditahan! Kasus Korupsi Migas Rp 271 Miliar

Tujuh negara anggota yang akan bertemu pada Minggu adalah Arab Saudi, Irak, Kuwait, Aljazair, Kazakhstan, Rusia, dan Oman.

Dengan keluarnya UEA, OPEC+ kini mencakup 21 anggota termasuk Iran, namun dalam beberapa tahun terakhir hanya tujuh negara tersebut (ditambah UEA sebelumnya) yang terlibat dalam keputusan produksi bulanan.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Capital Structure

[X]
×