kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.085.000   40.000   1,31%
  • USD/IDR 16.809   26,00   0,15%
  • IDX 8.235   0,22   0,00%
  • KOMPAS100 1.156   -1,44   -0,12%
  • LQ45 834   -3,53   -0,42%
  • ISSI 293   0,28   0,09%
  • IDX30 440   -3,60   -0,81%
  • IDXHIDIV20 527   -6,48   -1,22%
  • IDX80 129   -0,27   -0,21%
  • IDXV30 143   -1,25   -0,87%
  • IDXQ30 141   -1,73   -1,21%

Aneh Tapi Nyata: Dunia Terbelah Atas Kematian Pemimpin Iran


Senin, 02 Maret 2026 / 04:53 WIB
Aneh Tapi Nyata: Dunia Terbelah Atas Kematian Pemimpin Iran


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - Aksi demonstrasi menentang kampanye pemboman yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran berubah menjadi kerusuhan di Pakistan dan Iraq pada Minggu. Sementara itu, di sejumlah negara lain, warga diaspora Iran justru turun ke jalan untuk merayakan kematian Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei.

Berdasarkan laporan Reuters, sedikitnya 23 orang dilaporkan tewas dalam bentrokan di Pakistan. Rinciannya, 10 orang meninggal di kota pelabuhan Karachi setelah petugas keamanan di konsulat AS menembaki demonstran yang menerobos tembok luar. Sebanyak 11 orang tewas di kota utara Skardu setelah massa membakar kantor Perserikatan Bangsa-Bangsa, dan dua orang lainnya tewas di ibu kota Islamabad.

Di Irak, polisi menembakkan gas air mata dan granat kejut untuk membubarkan ratusan demonstran pro-Iran yang berkumpul di luar kawasan diplomatik Green Zone di Baghdad, lokasi kedutaan besar Amerika Serikat.

Namun suasana berbeda terlihat di Paris, Prancis, di mana ribuan orang berkumpul merayakan kabar tersebut. Mereka mengibarkan bendera monarki Iran sebelum revolusi, membawa mawar merah, serta botol sampanye.

Tetangga Iran di timur dan barat, yakni Pakistan dan Iraq, merupakan dua negara dengan populasi Muslim Syiah terbesar di dunia setelah Iran. Kedua negara ini menjadi lokasi sebagian kerusuhan terburuk dari massa yang marah atas serangan Amerika Serikat dan Israel.

Baca Juga: Prediksi Trump: Konflik Iran Bakal Berlangsung 4 Minggu!

Di Karachi, para demonstran meneriakkan slogan “Death to America! Death to Israel!” di depan konsulat AS. Wartawan Reuters melaporkan mendengar suara tembakan dan melihat gas air mata ditembakkan di jalan-jalan sekitar.

Juru bicara pemerintah daerah, Sukhdev Assardas Hemnani, mengatakan petugas keamanan konsulat menembaki massa setelah mereka berhasil menembus lapisan keamanan luar. Demonstran juga membakar sebuah kendaraan di depan gerbang utama dan bentrok dengan polisi.

“Kami terus berkomunikasi dengan pejabat konsulat. Mereka semua dalam kondisi aman,” kata Hemnani.

Kedutaan Besar Amerika Serikat di Islamabad menyatakan melalui platform X bahwa mereka memantau laporan demonstrasi dan mengimbau warga AS untuk meningkatkan kewaspadaan keamanan pribadi.

Polisi mengatakan sebanyak 34 orang mengalami luka-luka. Rumah Sakit Sipil Karachi menyebut semua korban tewas dan terluka terkena tembakan. Pemerintah Provinsi Sindh memerintahkan penyelidikan atas insiden tersebut.

Baca Juga: Serangan Balasan Iran Picu Gangguan Bisnis Terluas di Kawasan Teluk Sejak COVID-19




TERBARU

[X]
×