Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
Di Skardu, gedung Perserikatan Bangsa-Bangsa dibakar oleh massa. Kota tersebut berada di wilayah Gilgit-Baltistan, provinsi di Pakistan utara yang memiliki populasi Muslim Syiah terbesar di negara itu.
“Sejumlah besar demonstran berkumpul di luar kantor PBB dan membakar bangunan tersebut,” kata juru bicara pemerintah daerah Shabbir Mir kepada Reuters.
Gelombang protes juga terjadi di berbagai wilayah Pakistan lainnya. Para demonstran membawa bendera hitam dan meneriakkan slogan anti-Amerika serta anti-Israel. Di kota Lahore, ratusan orang berkumpul di luar konsulat AS dan sempat terjadi bentrokan kecil dengan polisi yang menembakkan gas air mata.
Menteri Dalam Negeri Pakistan Mohsin Naqvi meminta para demonstran tetap menjaga aksi damai.
“Kami berdiri bersama Anda,” ujarnya, seraya menambahkan bahwa rakyat Pakistan turut berduka bersama rakyat Iran.
Di Islamabad, semua jalan menuju kawasan diplomatik Red Zone ditutup untuk lalu lintas. Polisi menembakkan gas air mata dan peluru tajam ketika ribuan demonstran mencoba menuju kompleks diplomatik, menewaskan dua orang dan melukai hampir 10 lainnya.
Tonton: Presiden Amerika Serikat Donald Trump Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei
Reaksi di Negara Lain
Aksi protes juga terjadi di negara-negara yang memiliki pengaruh Iran. Di kota Kano, Nigeria, ribuan orang berunjuk rasa secara damai dengan membawa bendera Iran dan foto Ali Khamenei.
Sebaliknya, di negara-negara Barat serta wilayah dengan populasi diaspora Iran yang besar, banyak warga justru merayakan kabar tersebut.
Di Paris, sejumlah orang membawa foto anggota keluarga yang menjadi korban selama puluhan tahun pemerintahan ulama di Iran. Ada pula yang mengibarkan bendera Israel, Amerika Serikat, dan Prancis.
Sementara di Lisbon, Portugal, warga Iran yang hidup di pengasingan berkumpul di depan kedutaan Iran.
“Kami berpesta semalam hingga pukul 3 pagi. Kami menari, meneriakkan slogan, dan bernyanyi. Itu benar-benar luar biasa,” kata Maximilien Jazani, 57 tahun.
Menurutnya, rakyat Iran ingin dapat memilih dan menentukan sendiri bentuk pemerintahan yang mereka inginkan.













