kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.796.000   -3.000   -0,11%
  • USD/IDR 17.358   4,00   0,02%
  • IDX 6.957   -144,42   -2,03%
  • KOMPAS100 936   -21,42   -2,24%
  • LQ45 669   -14,80   -2,16%
  • ISSI 251   -4,43   -1,74%
  • IDX30 373   -6,79   -1,79%
  • IDXHIDIV20 458   -7,34   -1,58%
  • IDX80 105   -2,51   -2,34%
  • IDXV30 134   -2,24   -1,64%
  • IDXQ30 119   -2,51   -2,07%

China Desak Selat Hormuz Dibuka, Isu Ini Bakal Jadi Topik Panas Saat Trump ke Beijing


Sabtu, 02 Mei 2026 / 05:50 WIB
China Desak Selat Hormuz Dibuka, Isu Ini Bakal Jadi Topik Panas Saat Trump ke Beijing
ILUSTRASI. Selat Hormuz (REUTERS/Dado Ruvic)


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - Duta Besar China untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Fu Cong, mengatakan pada Jumat (1/5/2026) bahwa mempertahankan gencatan senjata dalam perang Iran merupakan kebutuhan yang sangat mendesak. Ia juga yakin isu Selat Hormuz akan menjadi agenda utama apabila jalur tersebut masih ditutup ketika Presiden Amerika Serikat Donald Trump berkunjung ke China bulan ini.

Mengutip Reuters, Fu mengatakan kepada wartawan di markas PBB bahwa Selat Hormuz harus segera dibuka kembali secepat mungkin. Ia menambahkan bahwa China sangat khawatir terhadap sejumlah pernyataan terbaru yang menyebut gencatan senjata hanya bersifat sementara serta adanya kebutuhan untuk memulai kembali gelombang serangan berikutnya.

“Iran perlu mencabut pembatasannya terhadap Selat Hormuz, dan Amerika Serikat perlu menghentikan blokade angkatan lautnya,” kata Fu.

“Isu paling mendesak adalah menjaga gencatan senjata. Dan gencatan senjata harus bertahan, serta harus ada negosiasi dengan itikad baik antara kedua pihak,” ujarnya.

Ia menegaskan komunitas internasional harus digerakkan dan bersuara menentang dimulainya kembali konflik bersenjata.

Baca Juga: Inggris Naikkan Level Ancaman Teror, AS Imbau Warganya Waspada di Tempat Umum

Saat ditanya mengenai kunjungan Presiden Donald Trump ke China yang dijadwalkan bulan ini, Fu mengatakan, “Saya yakin jika Selat Hormuz masih ditutup saat Presiden Trump pergi ke China, isu ini akan menjadi agenda utama dalam pembicaraan bilateral.”

Fu juga menepis tuduhan sejumlah pejabat AS mengenai adanya kerja sama militer antara China dan Iran. Ia menyebut tuduhan tersebut sebagai “palsu”.

Fu menyampaikan pernyataan itu pada awal masa kepemimpinan China selama sebulan di Dewan Keamanan PBB. Ia juga menyebut Menteri Luar Negeri China Wang Yi akan memimpin sidang Dewan Keamanan pada 26 Mei.

Tonton: Khamenei: AS Kalah! Iran Siap Mati-Matian Pertahankan Nuklir

Sementara itu, Departemen Luar Negeri AS belum memberikan respons ketika ditanya apakah ada rencana Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio bertemu Wang saat berada di Amerika Serikat.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Capital Structure

[X]
×