Sumber: Reuters | Editor: Khomarul Hidayat
KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali mengingatkan Iran agar membuka kembali Selat Hormuz.
Jika tidak, Trump mengancam, Iran akan menghadapi serangan AS terhadap sumur minyak dan pembangkit listriknya.
Trump mengatakan, AS sedang dalam pembicaraan dengan "rezim yang lebih masuk akal" untuk mengakhiri perang di Iran.
“Kemajuan besar telah dicapai, tetapi jika karena alasan apa pun kesepakatan tidak segera tercapai, yang kemungkinan besar akan terjadi, dan jika Selat Hormuz tidak segera 'Dibuka untuk Bisnis,' kami akan mengakhiri 'kunjungan' kami yang menyenangkan di Iran dengan meledakkan dan menghancurkan sepenuhnya semua Pembangkit Listrik, Sumur Minyak, dan Pulau Kharg mereka,” tulis Trump dalam sebuah unggahan di media sosial, Senin (30/3/2026), seperti dikutip Reuters.
Baca Juga: Asia Dihantam Double Shock: Energi Mahal, Mata Uang Tertekan
Trump juga mengancam akan menyerang pabrik desalinasi yang memasok air bersih di Iran.
Pekan lalu, Trump mengatakan, ia akan menghentikan serangan terhadap pembangkit energi Iran selama 10 hari, yang akan berlangsung hingga 6 April waktu AS.
Meskipun AS dan Iran sedang membuat kemajuan dalam pembicaraan, Trump juga telah mengirimkan lebih banyak pasukan AS ke wilayah tersebut.
Pengiriman pasukan ini menyebabkan ketua parlemen Iran menuduh Washington mengirimkan pesan tentang kemungkinan negosiasi sambil merencanakan invasi darat, yang memicu perlawanan lebih lanjut dari Teheran.
Para pemimpin Iran sendiri membantah sedang melakukan pembicaraan langsung dengan AS.
Baca Juga: Morgan Stanley Pangkas Peringkat Saham Global













