kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.807.000   -30.000   -1,06%
  • USD/IDR 17.017   26,00   0,15%
  • IDX 7.092   -5,39   -0,08%
  • KOMPAS100 977   0,13   0,01%
  • LQ45 717   -1,48   -0,21%
  • ISSI 252   2,66   1,07%
  • IDX30 389   -2,31   -0,59%
  • IDXHIDIV20 489   0,39   0,08%
  • IDX80 110   0,25   0,22%
  • IDXV30 136   2,13   1,58%
  • IDXQ30 127   -0,98   -0,77%

Morgan Stanley Pangkas Peringkat Saham Global


Senin, 30 Maret 2026 / 16:27 WIB
Morgan Stanley Pangkas Peringkat Saham Global
ILUSTRASI. Morgan Stanley menurunkan peringkat ekuitas global dan menaikkan peringkat kas dan obligasi pemerintah Amerika Serikat (AS),  (BLOOMBERG NEWS/Andrew Harrer)


Sumber: Reuters | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Morgan Stanley menurunkan peringkat ekuitas global dan menaikkan peringkat kas dan obligasi pemerintah Amerika Serikat (AS), karena investor menghindari risiko dan memilih aset safe-haven karena meningkatnya ketidakpastian yang berasal dari perang di Timur Tengah.

Morgan Stanley menurunkan peringkat ekuitas global menjadi "equal weight" dari "overweight". Sisi lain, Morgan Stanley menaikkan peringkat obligasi pemerintah AS dan kas menjadi "overweight" dari "equal weight."

"Ketidakpastian seputar besaran dan durasi gangguan pasokan minyak berarti hasil untuk aset berisiko menjadi semakin asimetris," kata para ahli strategi Morgan Stanley dalam sebuah catatan pada akhir pekan lalu, seperti dikutip Reuters.

Baca Juga: Indeks Dolar AS Naik Mendekati Level Tertinggi 10 Bulan, Ini Penyebabnya

Harga minyak Brent telah melonjak 59% bulan ini, lonjakan bulanan tercuram, melebihi kenaikan selama Perang Teluk 1990. Harga minyak berjangka naik di atas US$ 116 per barel pada Senin (30/3/2026).

Morgan Stanley mengingatkan jika harga minyak tetap di sekitar US$ 150-US$ 180 per barel, valuasi ekuitas global dapat menyusut hampir 25%.

Perusahaan tersebut telah mengurangi eksposur ekuitas secara keseluruhan melalui penurunan peringkat saham AS dan Jepang menjadi "equal weight" dari "overweight".

“Kami memberikan bobot yang sama pada saham Jepang mengingat risiko negatif yang mungkin terjadi, karena kami memperkirakan saham Jepang akan berada di bawah tekanan dari rantai pasokan dan dampak resesi global dalam skenario di mana Selat Hormuz tetap tertutup untuk waktu yang lebih lama,” kata para ahli strategi tersebut.

Namun demikian, Morgan Stanley tetap lebih menyukai saham AS dibandingkan dengan wilayah lain, mengingat pertumbuhan laba per saham yang lebih tinggi.

Aset AS Jadi Tempat Aman

Pergeseran ini sangat kontras dengan sebagian besar tahun lalu, ketika investor menghindari aset AS karena ketidakpastian terkait tarif dan mengalihkan dana ke aset Eropa, Jepang, dan pasar negara berkembang.

"Aliran dana ke saham dan obligasi AS telah melampaui negara-negara lain di dunia sejak konflik Timur Tengah dimulai bulan lalu, dengan investor kembali memandang aset AS sebagai pasar yang lebih defensif," tulis Morgan Stanley.

Dalam situasi guncangan pasokan minyak, obligasi pemerintah AS menawarkan diversifikasi yang lebih baik karena negara tersebut kurang bergantung pada impor energi dibandingkan Eropa.

Baca Juga: Peso Filipina Capai Rekor Terendah Sepanjang Masa, Rupiah Hampir Menyusul!




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×