kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.633.000   -2.000   -0,08%
  • USD/IDR 18.012   -76,00   -0,42%
  • IDX 6.108   66,24   1,10%
  • KOMPAS100 801   11,17   1,41%
  • LQ45 609   8,67   1,45%
  • ISSI 211   1,35   0,64%
  • IDX30 343   4,64   1,37%
  • IDXHIDIV20 429   6,16   1,46%
  • IDX80 91   1,30   1,44%
  • IDXV30 117   1,58   1,37%
  • IDXQ30 111   1,61   1,48%

Iran Minta Houthi Siap Tutup Jalur Laut Merah Jika AS Serang Infrastruktur Listrik


Kamis, 16 Juli 2026 / 19:40 WIB
Iran Minta Houthi Siap Tutup Jalur Laut Merah Jika AS Serang Infrastruktur Listrik
ILUSTRASI. Bendera Iran - Houthi (REUTERS/Khaled Abdullah)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Iran meminta kelompok Houthi di Yaman bersiap menutup jalur pelayaran di Laut Merah apabila Amerika Serikat (AS) menyerang infrastruktur kelistrikan Iran.

Langkah tersebut dinilai berpotensi memperparah krisis pasokan energi global yang telah dipicu penutupan Selat Hormuz.

Baca Juga: Harga Nikel Sentuh Level Tertinggi Tiga Pekan Kamis (16/7), Fokus ke Pasokan Sulfur

Mengutip Reuters, tiga sumber yang mengetahui pembahasan tersebut mengatakan usulan itu telah dibahas di tingkat kepemimpinan Iran dan pesan tersebut telah disampaikan kepada Houthi, sekutu Teheran di Yaman.

Dua sumber senior Iran dan satu sumber regional yang mengetahui persoalan itu mengatakan Houthi telah menerima permintaan tersebut.

Namun, mereka tidak menjelaskan bagaimana pesan itu disampaikan maupun apakah komunikasi tersebut dilakukan setelah Presiden AS Donald Trump mengancam menyerang infrastruktur listrik Iran pada Selasa (14/7/2026).

Hingga berita ini ditulis, Kementerian Luar Negeri Iran maupun juru bicara Houthi belum memberikan tanggapan atas permintaan konfirmasi Reuters.

Baca Juga: AS Mulai Serangan Tarif Baru, Kenakan Bea Masuk 25% untuk Mayoritas Impor dari Brasil

Houthi disebut telah siapkan rudal dan drone

Salah satu sumber yang dekat dengan Houthi mengatakan kelompok itu telah menyelesaikan persiapan untuk menyerang jalur pelayaran dengan menempatkan rudal dan drone di sekitar Selat Bab el-Mandeb, pintu masuk menuju Laut Merah.

Menurut sumber tersebut, persenjataan ditempatkan di wilayah dataran tinggi Yaman yang menghadap ke Pelabuhan Hodeidah dan Teluk Aden. Houthi disebut hanya menunggu perintah untuk memulai operasi.

Apabila ancaman tersebut benar-benar direalisasikan, gangguan terhadap jalur Laut Merah akan memperburuk krisis energi global yang sudah dipicu penutupan Selat Hormuz oleh Iran.

Dengan Selat Hormuz yang telah ditutup, serangan Houthi terhadap kapal maupun pelabuhan di Laut Merah berpotensi mengganggu dua jalur ekspor minyak utama di kawasan Timur Tengah secara bersamaan.

Sumber yang dekat dengan Houthi juga menyebut keputusan mengenai waktu penutupan Selat Bab el-Mandeb akan berada di bawah kendali perwakilan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) yang telah berada di Yaman.

Baca Juga: Final Piala Dunia Jadi Panggung Adidas, Nike Gagal Tempatkan Tim pada Laga Puncak

Ketegangan regional meningkat

Ketegangan di kawasan juga meningkat setelah Houthi menembakkan rudal ke Arab Saudi pada awal pekan ini.

Serangan tersebut dilakukan setelah kelompok itu menuduh Riyadh membombardir bandara yang mereka kuasai, sekaligus mengakhiri gencatan senjata yang telah berlangsung selama empat tahun.

Analis Timur Tengah dari Verisk Maplecroft Torbjorn Solvedt mengatakan, meningkatnya ketegangan antara Houthi dan Arab Saudi terjadi pada saat yang sangat sensitif.

Menurutnya, apabila konflik meluas hingga mengganggu infrastruktur ekspor minyak dan jalur pelayaran di Laut Merah, maka satu-satunya jalur alternatif utama ekspor minyak dari kawasan Timur Tengah juga akan ikut terancam.

Dua sumber regional yang dekat dengan pemerintah Arab Saudi mengatakan Riyadh memandang serius ancaman dari Iran dan Houthi.

Mereka menyebut pemerintah Saudi mengetahui bahwa Houthi kini berkoordinasi lebih erat dengan Teheran terkait situasi di Laut Merah.

Baca Juga: Kapal yang Melintasi Selat Hormuz Menurun Setelah AS Kembali Blokade Pelabuhan Iran

Risiko bagi pasokan energi dunia

Sejak Selat Hormuz ditutup, sebagian besar ekspor minyak Teluk telah dialihkan melalui jaringan pipa Arab Saudi menuju Pelabuhan Yanbu di Laut Merah. Jalur tersebut kini mengangkut sekitar 7% pasokan energi global.

Sebelumnya, ketika Houthi menyerang kapal-kapal dagang selama perang Gaza, banyak perusahaan pelayaran internasional mengalihkan rute kapal mereka memutari Afrika, yang membuat waktu pengiriman lebih lama dan biaya logistik meningkat.

Salah satu sumber regional mengatakan Iran berupaya meningkatkan tekanan terhadap AS dengan memperbesar potensi biaya ekonomi global melalui ancaman terhadap jalur pelayaran di Laut Merah dan ekspor minyak Arab Saudi.

Baca Juga: Saham SpaceX Turun di Bawah Harga IPO, Investor Waspada

Meski demikian, hingga kini Houthi belum secara resmi menyatakan akan bergabung dalam konflik langsung antara Iran dan Amerika Serikat.

Pemerintah AS selama ini menuduh Iran memasok senjata, pendanaan, dan pelatihan militer kepada Houthi, termasuk melalui jaringan Hizbullah. Tuduhan tersebut telah berulang kali dibantah oleh Teheran.


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?

Video Terkait



TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×