kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.918.000   -22.000   -0,75%
  • USD/IDR 16.859   17,00   0,10%
  • IDX 8.212   -53,08   -0,64%
  • KOMPAS100 1.158   -9,98   -0,85%
  • LQ45 830   -9,73   -1,16%
  • ISSI 295   -1,25   -0,42%
  • IDX30 432   -3,95   -0,91%
  • IDXHIDIV20 516   -4,82   -0,92%
  • IDX80 129   -1,21   -0,93%
  • IDXV30 142   -0,67   -0,47%
  • IDXQ30 139   -1,75   -1,24%

Menlu Iran Sebut Ada Kemajuan dalam Perundingan Nuklir dengan AS di Jenewa


Rabu, 18 Februari 2026 / 05:24 WIB
Menlu Iran Sebut Ada Kemajuan dalam Perundingan Nuklir dengan AS di Jenewa
ILUSTRASI. IRAN-CRISIS/PROTEST (REUTERS/Majid Asgaripour)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Iran dan Amerika Serikat (AS) mencapai kesepahaman mengenai “prinsip-prinsip panduan” utama dalam perundingan untuk menyelesaikan sengketa nuklir yang telah berlangsung lama.

Namun, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi menegaskan bahwa hal itu tidak berarti kesepakatan final akan segera tercapai.

“Berbagai gagasan telah diajukan dan dibahas secara serius. Pada akhirnya, kami mampu mencapai kesepakatan umum mengenai sejumlah prinsip panduan,” ujar Araqchi kepada media Iran setelah pembicaraan di Jenewa, Selasa (17/2/2026).

Baca Juga: Harga Emas Anjlok Lebih 2% Selasa (17/2), Terseret Perkembangan Pembicaraan AS-Iran

Seorang pejabat AS mengatakan Iran akan menyampaikan proposal rinci dalam dua pekan ke depan untuk menjembatani perbedaan yang masih ada.

“Ada kemajuan, tetapi masih banyak detail yang harus dibahas,” katanya.

Dimediasi Oman, Ada “Langkah Lanjutan yang Jelas”

Diskusi tidak langsung tersebut melibatkan Utusan Khusus AS Steve Witkoff dan menantu Presiden AS, Jared Kushner, bersama Araqchi, dengan mediasi dari Oman.

Menteri Luar Negeri Oman Badr al-Busaidi menyatakan, kedua pihak meninggalkan pertemuan dengan “langkah lanjutan yang jelas”, meski masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan.

Baca Juga: Harga Minyak Ditutup Turun 2% ke Level Terendah Dua Pekan pada Selasa (17/2)

Presiden AS Donald Trump sebelumnya menyebut dirinya akan terlibat secara tidak langsung dalam pembicaraan dan meyakini Iran ingin mencapai kesepakatan.

Ia juga menyinggung penggunaan pembom siluman B-2 dalam serangan terhadap fasilitas nuklir Iran pada Juni lalu, ketika AS bergabung dengan Israel.

Dampak ke Pasar Minyak dan Ketegangan di Selat Hormuz

Komentar Araqchi langsung memengaruhi pasar energi. Harga minyak acuan Brent crude sempat merosot lebih dari 1% karena kekhawatiran konflik di kawasan mereda.

Namun, situasi keamanan tetap rapuh. Media pemerintah Iran melaporkan bahwa sebagian wilayah Selat Hormuz sempat ditutup selama beberapa jam dengan alasan “langkah pengamanan” saat Garda Revolusi Iran melakukan latihan militer.

Baca Juga: Pengangguran Inggris Sentuh 5,2% Akhir 2025, Peluang Pemangkasan Suku Bunga Meningkat

Selat tersebut merupakan jalur vital yang dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dunia.

Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei memperingatkan bahwa setiap upaya AS untuk menggulingkan pemerintahannya akan gagal.

Ia menegaskan kemampuan militer Iran tidak bisa diremehkan.

Perbedaan Sikap Masih Tajam

Washington disebut ingin memperluas cakupan pembicaraan ke isu non-nuklir, termasuk program rudal Iran.

Namun Teheran menegaskan hanya bersedia membahas pembatasan program nuklirnya dengan imbalan pencabutan sanksi, tanpa menghentikan pengayaan uranium sepenuhnya atau membahas program rudal.

Seorang pejabat senior Iran mengatakan keberhasilan pembicaraan sangat bergantung pada kesediaan AS mencabut sanksi dan tidak mengajukan tuntutan yang dianggap tidak realistis.

Baca Juga: Iran Tutup Sebagian Selat Hormuz Saat Pembicaraan Nuklir dengan AS Berlangsung

Iran merupakan anggota International Atomic Energy Agency melalui komitmennya pada Traktat Non-Proliferasi Nuklir (NPT), yang memberi hak pengembangan energi nuklir sipil dengan syarat tidak mengembangkan senjata nuklir dan tunduk pada pengawasan internasional.

Sementara itu, Israel yang tidak menandatangani NPT, tidak mengonfirmasi maupun membantah kepemilikan senjata nuklir, meski banyak analis meyakini negara tersebut memilikinya.

Dengan kemajuan awal ini, kedua pihak kini menghadapi fase negosiasi lanjutan yang krusial untuk menentukan apakah “jendela peluang baru” yang disebut Araqchi benar-benar dapat menghasilkan solusi yang berkelanjutan.

Selanjutnya: Widodo Makmur Unggas (WMUU) Intip Potensi Makan Bergizi Gratis

Menarik Dibaca: 35 Ucapan Rabu Abu 2026 Penuh Makna Pertobatan dan Damai




TERBARU

[X]
×