kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.652.000   21.000   0,80%
  • USD/IDR 16.889   19,00   0,11%
  • IDX 8.948   63,58   0,72%
  • KOMPAS100 1.240   13,93   1,14%
  • LQ45 879   12,32   1,42%
  • ISSI 327   2,65   0,82%
  • IDX30 449   8,13   1,84%
  • IDXHIDIV20 531   10,57   2,03%
  • IDX80 138   1,59   1,17%
  • IDXV30 147   2,50   1,73%
  • IDXQ30 144   2,26   1,60%

Daftar Mitra Dagang Iran yang Terancam Kena Tarif AS 25%


Selasa, 13 Januari 2026 / 19:35 WIB
Daftar Mitra Dagang Iran yang Terancam Kena Tarif AS 25%
ILUSTRASI. Bendera Iran, Miniatur Donald Trump (REUTERS/Dado Ruvic)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan bahwa setiap negara yang tetap berbisnis dengan Iran akan dikenai tarif 25% dalam perdagangan dengan AS.

Kebijakan ini diumumkan di tengah meningkatnya gejolak politik di Iran, yang saat ini menghadapi gelombang protes anti-pemerintah terbesar dalam beberapa tahun terakhir.

Iran, yang merupakan anggota Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC), tercatat mengekspor produk ke 147 mitra dagang pada 2022, berdasarkan data terbaru Bank Dunia.

Baca Juga: Aston Villa vs Newcastle Panaskan Babak Keempat Piala FA, Ini Daftar Lengkapnya

Komoditas utama ekspor Iran adalah bahan bakar, sementara impor terbesarnya mencakup barang antara, sayuran, mesin, dan peralatan.

Melansir Reuters Selasa (13/1/2026), berikut mitra dagang utama Iran yang berpotensi terdampak kebijakan tarif AS tersebut:

China

China merupakan mitra dagang terbesar Iran. Nilai ekspor Iran ke China mencapai US$22 miliar pada 2022, dengan lebih dari separuhnya berupa bahan bakar.

Sementara impor Iran dari China tercatat sekitar US$15 miliar.

Pada 2025, China membeli lebih dari 80% minyak Iran yang dikapalkan, menurut data Kpler.

Pembeli minyak Iran relatif terbatas akibat sanksi AS yang bertujuan menekan pendanaan program nuklir Teheran.

Baca Juga: Mulai 1 Februari 2026, Investor Asing Bebas Masuk Pasar Saham Arab Saudi

India

Total perdagangan bilateral India–Iran mencapai sekitar US$1,34 miliar dalam 10 bulan pertama 2025, berdasarkan data Kementerian Perdagangan India.

Ekspor utama India ke Iran meliputi beras basmati, buah-buahan, sayuran, obat-obatan, dan produk farmasi.

Turki

Ekspor Turki ke Iran tercatat sebesar US$2,3 miliar sepanjang 2025, sementara impor dari Iran mencapai US$2,2 miliar dalam 11 bulan pertama tahun tersebut, menurut data sektor dan sumber resmi.

Baca Juga: Malaysia Siap Gugat X, Fitur AI Grok Dinilai Membahayakan Pengguna

Jerman

Ekspor Iran ke Jerman mencapai sekitar 217 juta euro dalam 11 bulan pertama 2025, meningkat 1,7% secara tahunan, berdasarkan data Germany Trade & Invest.

Namun, ekspor Jerman ke Iran justru turun 25% menjadi 871 juta euro pada periode yang sama.

Korea Selatan

Ekspor Korea Selatan ke Iran selama periode Januari–November 2025 relatif kecil, yakni sekitar US$129 juta, sementara impor dari Iran hanya US$1,6 juta, menurut data Korea International Trade Association.

Baca Juga: BlackRock Pangkas Sekitar 250 Karyawan dalam Gelombang PHK Terbaru

Jepang

Jepang mengimpor buah-buahan, sayuran, dan tekstil dalam jumlah terbatas dari Iran. Sebaliknya, Jepang mengekspor mesin serta komponen kendaraan ke Iran, berdasarkan data perdagangan terbaru hingga November 2025.

Kebijakan tarif 25% dari AS ini berpotensi menempatkan mitra dagang Iran pada posisi dilematis, terutama negara-negara yang memiliki ketergantungan ekonomi besar terhadap pasar AS.

Analis menilai langkah tersebut dapat memperlebar ketegangan geopolitik sekaligus menambah tekanan pada perdagangan global dan pasar energi.

Selanjutnya: Aston Villa vs Newcastle Panaskan Babak Keempat Piala FA, Ini Daftar Lengkapnya

Menarik Dibaca: Hujan Sangat Deras Guyur Provinsi Ini, Cek Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (14/1)




TERBARU
Kontan Academy
Mastering Management and Strategic Leadership (MiniMBA 2026) Global Finance 2026

[X]
×