Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan bahwa setiap negara yang tetap berbisnis dengan Iran akan dikenai tarif 25% dalam perdagangan dengan AS.
Kebijakan ini diumumkan di tengah meningkatnya gejolak politik di Iran, yang saat ini menghadapi gelombang protes anti-pemerintah terbesar dalam beberapa tahun terakhir.
Iran, yang merupakan anggota Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC), tercatat mengekspor produk ke 147 mitra dagang pada 2022, berdasarkan data terbaru Bank Dunia.
Baca Juga: Aston Villa vs Newcastle Panaskan Babak Keempat Piala FA, Ini Daftar Lengkapnya
Komoditas utama ekspor Iran adalah bahan bakar, sementara impor terbesarnya mencakup barang antara, sayuran, mesin, dan peralatan.
Melansir Reuters Selasa (13/1/2026), berikut mitra dagang utama Iran yang berpotensi terdampak kebijakan tarif AS tersebut:
China
China merupakan mitra dagang terbesar Iran. Nilai ekspor Iran ke China mencapai US$22 miliar pada 2022, dengan lebih dari separuhnya berupa bahan bakar.
Sementara impor Iran dari China tercatat sekitar US$15 miliar.
Pada 2025, China membeli lebih dari 80% minyak Iran yang dikapalkan, menurut data Kpler.
Pembeli minyak Iran relatif terbatas akibat sanksi AS yang bertujuan menekan pendanaan program nuklir Teheran.
Baca Juga: Mulai 1 Februari 2026, Investor Asing Bebas Masuk Pasar Saham Arab Saudi
India
Total perdagangan bilateral India–Iran mencapai sekitar US$1,34 miliar dalam 10 bulan pertama 2025, berdasarkan data Kementerian Perdagangan India.
Ekspor utama India ke Iran meliputi beras basmati, buah-buahan, sayuran, obat-obatan, dan produk farmasi.
Turki
Ekspor Turki ke Iran tercatat sebesar US$2,3 miliar sepanjang 2025, sementara impor dari Iran mencapai US$2,2 miliar dalam 11 bulan pertama tahun tersebut, menurut data sektor dan sumber resmi.
Baca Juga: Malaysia Siap Gugat X, Fitur AI Grok Dinilai Membahayakan Pengguna
Jerman
Ekspor Iran ke Jerman mencapai sekitar 217 juta euro dalam 11 bulan pertama 2025, meningkat 1,7% secara tahunan, berdasarkan data Germany Trade & Invest.
Namun, ekspor Jerman ke Iran justru turun 25% menjadi 871 juta euro pada periode yang sama.
Korea Selatan
Ekspor Korea Selatan ke Iran selama periode Januari–November 2025 relatif kecil, yakni sekitar US$129 juta, sementara impor dari Iran hanya US$1,6 juta, menurut data Korea International Trade Association.
Baca Juga: BlackRock Pangkas Sekitar 250 Karyawan dalam Gelombang PHK Terbaru
Jepang
Jepang mengimpor buah-buahan, sayuran, dan tekstil dalam jumlah terbatas dari Iran. Sebaliknya, Jepang mengekspor mesin serta komponen kendaraan ke Iran, berdasarkan data perdagangan terbaru hingga November 2025.
Kebijakan tarif 25% dari AS ini berpotensi menempatkan mitra dagang Iran pada posisi dilematis, terutama negara-negara yang memiliki ketergantungan ekonomi besar terhadap pasar AS.
Analis menilai langkah tersebut dapat memperlebar ketegangan geopolitik sekaligus menambah tekanan pada perdagangan global dan pasar energi.













