kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.047.000   8.000   0,26%
  • USD/IDR 16.875   -95,00   -0,56%
  • IDX 7.441   103,54   1,41%
  • KOMPAS100 1.037   16,87   1,65%
  • LQ45 760   9,37   1,25%
  • ISSI 262   5,17   2,01%
  • IDX30 401   3,98   1,00%
  • IDXHIDIV20 495   1,94   0,39%
  • IDX80 117   1,87   1,63%
  • IDXV30 135   1,59   1,20%
  • IDXQ30 129   0,82   0,64%

Flipkart Balik Kandang, Kenapa Raksasa E-commerce Tinggalkan Singapura?


Selasa, 10 Maret 2026 / 17:30 WIB
Flipkart Balik Kandang, Kenapa Raksasa E-commerce Tinggalkan Singapura?
ILUSTRASI. Bendera India (KONTAN/Fenie Chintya)


Reporter: Nina Dwiantika | Editor: Nina Dwiantika

KONTAN.CO.ID - MUMBAI. Raksasa e-commerce India Flipkart resmi memindahkan perusahaan induknya dari Singapura kembali ke India. Langkah ini dinilai sebagai persiapan penting menuju rencana penawaran saham perdana (IPO) di pasar domestik.

Melansir Reuters (10/3), perusahaan yang mayoritas sahamnya dimiliki Walmart itu menyatakan telah memperoleh persetujuan pemerintah India untuk melakukan restrukturisasi internal. Proses pemindahan domisili perusahaan atau redomiciliation kini telah rampung.

Keputusan Flipkart mencerminkan tren baru di kalangan startup India. Selama bertahun-tahun, banyak perusahaan rintisan memilih berkantor pusat di pusat keuangan global seperti Singapore untuk mempermudah akses pendanaan serta memanfaatkan aturan pajak yang lebih ringan.

Namun, dalam beberapa tahun terakhir, semakin banyak startup yang justru kembali ke India. Prospek IPO di pasar domestik dinilai semakin menarik seiring meningkatnya likuiditas investor lokal dan dukungan regulasi pemerintah.

Baca Juga: Mata Uang Rupee India Jatuh ke Level Terendah Sepanjang Masa

Didirikan pada 2007 sebagai toko buku daring, Flipkart berkembang menjadi salah satu pemain e-commerce terbesar di India dan pesaing utama Amazon di pasar tersebut. Perusahaan memindahkan induk usahanya ke Singapura pada 2011, sebelum akhirnya diakuisisi secara mayoritas oleh Walmart pada 2018 melalui transaksi senilai US$ 16 miliar.

Terakhir kali pada 2024, valuasi Flipkart mencapai sekitar US$ 37 miliar setelah Google anak usaha Alphabet mengambil saham minoritas senilai US$ 350 juta.

Sumber yang mengetahui rencana tersebut menyebut Flipkart menargetkan IPO di Mumbai sebelum Maret 2027. Namun hingga kini perusahaan belum menetapkan valuasi final maupun ukuran penawaran sahamnya.

Meski demikian, rencana IPO Flipkart akan menjadi ujian penting bagi pasar modal India. Setelah beberapa tahun terakhir dipenuhi gelombang startup teknologi yang melantai di bursa dengan valuasi tinggi, investor kini cenderung lebih selektif terhadap model bisnis yang belum sepenuhnya mencetak laba.

Baca Juga: Ekspor Perhiasan dan Impor Berlian India Terganggu Akibat Eskalasi Konflik Iran


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

[X]
×