Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Rusia kembali mengevakuasi ratusan stafnya dari Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Bushehr di Iran di tengah meningkatnya eskalasi konflik di kawasan tersebut.
Melansir Reuters, perusahaan nuklir milik negara Rusia, Rosatom, dilaporkan mengevakuasi tambahan 198 pekerja dari fasilitas tersebut pada Sabtu (4/4/2026), sebagaimana dilaporkan kantor berita Rusia.
Baca Juga: Serangan Udara Picu Penutupan Jalur Dagang Irak–Iran, Distribusi Pangan Terancam
Langkah ini merupakan bagian dari evakuasi bertahap yang telah dilakukan sejak konflik di Iran pecah pada akhir Februari lalu.
Evakuasi terbaru ini sebenarnya telah direncanakan sebelumnya, bahkan sebelum Badan Energi Atom Internasional (IAEA) melaporkan adanya korban jiwa di area PLTN Bushehr.
Dalam pernyataannya di platform X, IAEA menyebut seorang petugas keamanan fasilitas tewas akibat serpihan proyektil, sementara salah satu bangunan di lokasi mengalami kerusakan akibat gelombang kejut dan pecahan.
Kepala Rosatom Alexei Likhachev mengatakan, perkembangan situasi di sekitar fasilitas nuklir tersebut mengarah pada skenario terburuk.
Ia juga mengonfirmasi bahwa korban tewas merupakan warga negara Iran.
Baca Juga: Iran Buka Peluang Perdamaian, Sementara Pencarian Pilot AS yang Hilang Berlanjut
Lebih lanjut, Rosatom menyebut pihaknya telah melaporkan kondisi terkini di PLTN Bushehr kepada Presiden Rusia Vladimir Putin.
Situasi keamanan di sekitar fasilitas nuklir Iran menjadi perhatian serius di tengah konflik yang terus berlanjut, mengingat potensi risiko yang dapat ditimbulkan jika instalasi strategis tersebut terdampak secara langsung.













