Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Pemerintah Irak menutup salah satu jalur perdagangan utama dengan Iran di perbatasan Shalamcheh setelah serangan udara di wilayah Iran menewaskan seorang warga negara Irak, Sabtu (4/4/2026).
Penutupan ini menghentikan sementara arus barang dan orang melalui perlintasan tersebut, yang selama ini menjadi salah satu jalur vital pasokan impor Irak, khususnya untuk komoditas sayuran dan bahan pangan dari Iran.
Baca Juga: Iran Buka Peluang Perdamaian, Sementara Pencarian Pilot AS yang Hilang Berlanjut
Sumber keamanan menyebutkan, serangan udara tersebut juga menyebabkan sedikitnya lima warga Irak mengalami luka serius.
Serangan dilaporkan menghantam area penerimaan penumpang di sisi Iran.
Pihak kepolisian Irak telah mengevakuasi satu korban tewas, sementara para korban luka dilarikan ke rumah sakit dengan kondisi sebagian besar kritis.
Otoritas perbatasan Irak menyatakan telah menerima pemberitahuan dari pihak Iran bahwa pergerakan truk dan penumpang akan kembali dibuka dalam beberapa jam ke depan, setelah perbaikan sistem transit dan paspor selesai dilakukan.
Baca Juga: Trump Pertimbangkan Reshuffle Kabinet di Tengah Tekanan Perang Iran
Tak lama setelah insiden di Shalamcheh, otoritas Irak juga sempat menghentikan sementara pergerakan di perlintasan Safwan yang berbatasan dengan Kuwait. Langkah ini diambil menyusul laporan adanya ledakan di sisi Kuwait.
Pejabat keamanan dan perbatasan Irak menyebutkan bahwa sebelum ledakan terjadi, terlihat drone beroperasi di atas wilayah tersebut.













