kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.049.000   4.000   0,13%
  • USD/IDR 16.943   24,00   0,14%
  • IDX 7.711   133,47   1,76%
  • KOMPAS100 1.077   18,47   1,75%
  • LQ45 788   15,37   1,99%
  • ISSI 273   5,07   1,89%
  • IDX30 419   8,93   2,18%
  • IDXHIDIV20 515   13,10   2,61%
  • IDX80 121   2,06   1,73%
  • IDXV30 139   2,88   2,11%
  • IDXQ30 135   3,02   2,28%

Ekspor Perhiasan dan Impor Berlian India Terganggu Akibat Eskalasi Konflik Iran


Kamis, 05 Maret 2026 / 19:44 WIB
Ekspor Perhiasan dan Impor Berlian India Terganggu Akibat Eskalasi Konflik Iran


Sumber: Reuters | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - MUMBAI. Konflik Timur Tengah telah mengganggu ekspor permata dan perhiasan India, serta impor berlian mentah dari Uni Emirat Arab, karena pembatalan penerbangan dan penutupan wilayah udara yang meluas.

Dubai, pusat global utama untuk berlian yang dipoles dan mentah serta emas batangan, telah menangguhkan sejumlah penerbangan kargo dan penumpang, yang memengaruhi arus perdagangan dan pengiriman ekspor serta bahan baku penting, kata para pejabat industri.

"Ekspor dan impor dari Timur Tengah telah terhenti, dan tidak ada logistik yang memadai untuk memindahkan barang," kata Vipul Shah, direktur pelaksana Asian Star, eksportir berlian terkemuka, kepada Reuters, Kamis (5/3/2026).

Baca Juga: Perusahaan Petrokimia Singapura PCS Nyatakan Force Majeure, Terdampak Perang Iran

Timur Tengah menyumbang hampir seperempat dari ekspor permata dan perhiasan tahunan India yang bernilai sekitar US$ 30 miliar. Sementara Uni Emirat Arab menyumbang lebih dari dua pertiga impor berlian mentah negara tersebut.

India adalah pusat pemotongan dan pemolesan terbesar di dunia, menangani sembilan dari setiap 10 berlian yang diproses secara global.

Ekspor permata dan perhiasan negara itu akan turun pada bulan Maret karena Dubai bukan hanya pasar utama untuk permata dan perhiasan, tetapi juga perantara kunci antara negara-negara penghasil berlian dan pasar konsumen utama, kata Shaunak Parikh, wakil ketua Dewan Promosi Ekspor Permata dan Perhiasan.

“Jika konflik ini berlarut-larut, hal itu dapat merugikan permintaan,” kata Parikh.

India telah bergantung pada permintaan dari Timur Tengah setelah pembeli utamanya, Amerika Serikat, memberlakukan tarif tinggi pada barang-barang India tahun lalu dan mengurangi pembelian.

Pembeli luar negeri berhati-hati dalam melakukan pemesanan di tengah volatilitas nilai tukar rupee-dolar AS dan kendala logistik, kata Colin Shah, direktur pelaksana Kama Jewelry.

Baca Juga: CEO Raksasa Sawit Malaysia Fakhrunniam Umumkan Pengunduran Diri dari FGV Holdings

Rupee India jatuh ke level terendah sepanjang masa sebesar 92,3025 per dolar AS pada hari Rabu.

Baik pembeli maupun penjual mengetahui bahwa perang telah mengganggu perdagangan, sehingga mereka setuju untuk menunda pengiriman, kata seorang eksportir berlian yang berbasis di Mumbai.




TERBARU
Kontan Academy
AI untuk Digital Marketing: Tools, Workflow, dan Strategi di 2026 Mastering Strategic Management for Sustainability

[X]
×