Sumber: Finbold News | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank internasional Standard Chartered menurunkan target harga Bitcoin (BTC) untuk 2026 dari US$150.000 menjadi US$100.000 pada Kamis, 12 Februari 2026. Penurunan ini terjadi seiring Crypto Fear & Greed Index jatuh ke level hampir historis, yaitu 8 dari 100, menunjukkan ketakutan yang tinggi di pasar kripto.
Ini menjadi penurunan target kedua dalam tiga bulan terakhir, setelah pada Desember 2025 bank tersebut sebelumnya memangkas target dari US$300.000. Dilaporkan oleh Bloomberg, alasan utama penurunan ini adalah keluar dana dari ETF, kondisi makroekonomi yang melemah, dan penundaan pemotongan suku bunga oleh Federal Reserve.
“Kami memperkirakan harga akan mengalami capitulasi lebih lanjut dalam beberapa bulan ke depan,” tulis Geoffrey Kendrick, Kepala Riset Aset Digital Global Standard Chartered.
Baca Juga: Bitcoin Terus Anjlok, Pakar Buka Suara: Haruskah Investor Jual Sekarang?
Sejak puncaknya di atas US$126.000 pada Oktober 2025, Bitcoin telah kehilangan hampir 50% nilai pasar, sementara investor menarik hampir US$8 miliar dari ETF Bitcoin spot AS (sekitar 100.000 BTC). Angka ini menegaskan menurunnya minat risiko di pasar kripto.
Hingga saat ini, Bitcoin diperdagangkan sekitar US$67.870, namun Kendrick memperingatkan bahwa cryptocurrency terbesar di dunia berpotensi turun hingga US$50.000 sebelum stabil.
Outlook Bitcoin Masih Negatif
Penurunan target ini, meskipun terlihat drastis, sebenarnya mengikuti beberapa bulan turbulensi di pasar. Bitcoin atau ‘emas digital’ menghadapi tekanan sejak penjualan besar pada Oktober, dan Kendrick menyoroti bahwa kondisi makroekonomi semakin menantang.
Secara spesifik, meskipun ekonomi AS menunjukkan tanda-tanda perlambatan, pasar belum memproyeksikan pemotongan suku bunga Federal Reserve lebih lanjut hingga akhir tahun ini, ketika Kevin Warsh diperkirakan akan menjabat sebagai Ketua Fed.
Baca Juga: Bitcoin Rontok 45%, Dekati Dasar Bear Market
Tidak hanya Bitcoin, Standard Chartered juga menurunkan target harga Ethereum (ETH) dari US$7.500 menjadi US$4.000, meski masih menawarkan lebih dari 50% potensi kenaikan dari harga saat ini US$1.980. Sama seperti BTC, firma ini memperkirakan ETH dapat turun lebih lanjut sebelum rebound, dengan perkiraan kasar sekitar US$1.400.
Meski pasar sedang menurun, Standard Chartered menilai bahwa penurunan kali ini lebih teratur dibandingkan krisis kripto sebelumnya. Menurut Kendrick, aksi jual kali ini “tidak ekstrim” dan “belum menyebabkan kolapsnya platform aset digital manapun”, menunjukkan bahwa pasar kripto mulai menunjukkan tanda-tanda kematangan secara bertahap.













![[Intensive Workshop] Excel for Business Reporting](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_28012616011400.jpg)