kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.904.000   -43.000   -1,46%
  • USD/IDR 16.872   29,00   0,17%
  • IDX 8.219   -46,79   -0,57%
  • KOMPAS100 1.159   -9,20   -0,79%
  • LQ45 830   -8,91   -1,06%
  • ISSI 295   -1,13   -0,38%
  • IDX30 433   -3,16   -0,73%
  • IDXHIDIV20 517   -3,83   -0,74%
  • IDX80 129   -1,09   -0,83%
  • IDXV30 143   -0,18   -0,13%
  • IDXQ30 140   -1,43   -1,02%

Skandal Epstein Menyeret Penasihat Hukum Goldman Sachs


Jumat, 13 Februari 2026 / 09:35 WIB
Skandal Epstein Menyeret Penasihat Hukum Goldman Sachs
ILUSTRASI. OIL-RESEARCH/GOLDMAN SACHS (REUTERS/Dado Ruvic)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Penasihat hukum utama (general counsel) Goldman Sachs, Kathy Ruemmler, resmi mengundurkan diri setelah dokumen yang dirilis Departemen Kehakiman Amerika Serikat (AS) bulan lalu mengungkap kedekatannya dengan mendiang pelaku kejahatan seksual Jeffrey Epstein.

CEO Goldman Sachs David Solomon mengatakan, telah menerima pengunduran diri Ruemmler dan menghormati keputusannya.

Baca Juga: Harga Minyak Bersiap Catat Penurunan Mingguan Kedua Jumat (13/2), Risiko Iran Mereda

“Sebagai salah satu profesional paling berprestasi di bidangnya, Kathy juga menjadi mentor dan sahabat bagi banyak orang di perusahaan. Ia akan dirindukan,” ujar Solomon dalam pernyataan resmi, Kamis (12/2/2026).

Dalam wawancara dengan Financial Times, Ruemmler menyebut akan meninggalkan perusahaan pada 30 Juni.

Ia mengaku sorotan media terkait pekerjaannya di masa lalu sebagai pengacara pembela telah menjadi distraksi.

“Saya memutuskan bahwa perhatian media terhadap saya, yang berkaitan dengan pekerjaan saya sebelumnya sebagai pengacara pembela, telah menjadi gangguan,” katanya.

Dokumen yang dirilis otoritas AS menunjukkan Ruemmler menerima sejumlah hadiah dari Epstein, termasuk anggur dan tas tangan, serta menyebutnya sebagai “Uncle Jeffrey” dalam email.

Baca Juga: Kebijakan Iklim AS Berbalik Arah, Trump Cabut Regulasi Emisi Era Obama

Ia juga tercatat memberikan saran kepada Epstein mengenai cara merespons pertanyaan media pada 2019 terkait dugaan perlakuan hukum khusus yang diterimanya karena koneksi elite.

Epstein sendiri ditangkap pada 6 Juli 2019 atas tuduhan perdagangan seks. Dalam catatan penegak hukum yang dikutip dalam dokumen tersebut, ia sempat menelepon ponsel Ruemmler pada malam penangkapannya.

Catatan terpisah dari Federal Bureau of Investigation (FBI) mencatat Epstein sempat berkata, “Is this about sex trafficking? Is this about underage?” serta mengucapkan, “Oh this is bad, this is pretty bad.”

Dokumen tersebut juga menunjukkan Ruemmler memiliki komunikasi intens dengan Epstein dalam periode 2014 hingga 2019 bahkan setelah Epstein mengaku bersalah pada 2008 atas tuduhan melibatkan anak di bawah umur dalam praktik prostitusi.

Baca Juga: Bursa Asia Terkoreksi dari Rekor Jumat (13/2) Pagi, Saham Teknologi Terpukul

Ruemmler sebelumnya menjabat sebagai penasihat Gedung Putih pada era Presiden Barack Obama sebelum bergabung dengan Goldman Sachs dan menjadi bagian dari jajaran eksekutif senior bank investasi Wall Street tersebut.

Dalam pernyataannya kepada Reuters pada 3 Februari lalu, Ruemmler menegaskan bahwa hubungannya dengan Epstein terjadi dalam kapasitas profesional sebagai pengacara pembela.

Kasus ini kembali menyoroti dampak reputasi dan tata kelola perusahaan (governance) di institusi keuangan global, di tengah meningkatnya sensitivitas publik terhadap isu etika dan integritas eksekutif puncak.

Selanjutnya: Peringatan 14 Februari: Tidak Hanya Hari Valentine, Ada Hari Besar Penting Ini!

Menarik Dibaca: IHSG Koreksi Lagi (13/2), Ini Saham LQ45 yang Menguat dan Turun




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

[X]
×