: WIB    —   
indikator  I  

Di Belanda, PM Rutte rayakan kekalahan Wilders

Di Belanda, PM Rutte rayakan kekalahan Wilders

AMSTERDAM. "Rakyat Belanda menolak 'jenis populism yang salah'," demikian pernyataan Perdana Menteri Mark Rutte, saat merayakan kemenangan pada pemiu yang berlangsung Rabu (15/3).

"Rakyat Belanda mengatakan 'Whoa!'," kata Rutte setelah partai VVD yang dia pimpin menempatkan dirinya sebagai perdana menteri Belanda untuk term ketiga.

Dengan hampir seluruh suara pemilu dihitung, partai VVD dengan mudah mengalahkan calon perdana menteri dari Partai Kebebasan anti-imigran pimpinan Geert Wilders.

"Kami ingin tetap pada apa yang kami miliki -aman, stabil dan makmur," kata Rutte.

Seberapa besar kemenangan Rutte?

Saat ini, hampir 95% suara yang masuk dihitung. Dari jumlah tersebut, partai PM Rutte memenangkan 33 kursi dari 150 kursi. Jumlah kursi ini berkurang 8 kursi dari pemilu sebelumnya.

Sementara itu, partai Kebebasan berada di posisi dua dengan perolehan 20 kursi, naik lima kursi dari parlemen sebelumnya. Sedangkan Partai Demokrat Kristiani dan Partai D66 liberal menyusul di belakangnya dengan masing-masing perolehan kursi sebanyak 19.

Partai Hijau juga memiliki performa yang cukup baik, dengan memenangkan 14 kursi. Itu artinya ada penambahan sekitar 10 kursi dari pemilu sebelumnya.

Adapun Partai Pekerja, partai junior dalam koalisi pemerintah, mengalami penurunan suara dengan hanya memenangkan 9 kursi atau kehilangan 29 kursi.

Apa artinya bagi Uni Eropa?

Kemenangan Rutte diterima dengan hangat oleh pimpinan dan politisi Eropa lain. Presiden Prancis Francois Hollande mengatakan Rutte memenangkan kemenangan telak atas kelompok ekstrimis.

Sedangkan kepala staf Kanselir Jerman Angela Merkel, Peter Altmaier, menuliskan tweet: "Rakyat Belanda oh rakyat Belanda, kalian adalah pemenang! Selamat atas hasil yang hebat ini!".

Bagaimana posisi Wilders saat ini?

Beberapa pekan sebelum pemilu, sejumlah hasil polling memprediksi PVV akan memenangkan banyak kursi. Namun kemenangan Wilders semakin jauh dari panggang api seiring akan berakhirnya perhitungan suara.

Wilders sendiri berjanji akan membawa Belanda hengkang dari Uni Eropa, menutup seluruh mesjid, dan melarang pembacaan Al Quran.

Dia mengingatkan, Rutte belum melihat akhir dari dirinya.

"Perolehan suara tidak mencapai 30 kursi seperti yang kami harapkan. Tapi kami mengalami kenaikan kursi. Patriot spring pasti akan terjadi," kata Wilders.  

Sejumlah negara Eropa lainnya, yakni Prancis dan Jerman, juga akan menggelar pemilu pada tahun ini.

Prancis akan menggelar pemilu pada bulan depan untuk memilih presiden baru. Diprediksi, National Front akan mendapatkan kenaikan suara secara dramatis.

Di Jerman, partai populis Alternative for Germany diprediksi akan memenangkan banyak kursi di parlemen untuk kali pertama pada pemilu yang berlangsung September mendatang.


SUMBER : BBC
Editor Barratut Taqiyyah

BELANDA

Feedback   ↑ x
Close [X]