kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR13.554
  • SUN103,53 -0,27%
  • EMAS603.986 -0,83%
  • RD.SAHAM 0.66%
  • RD.CAMPURAN 0.16%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

Donald Trump: Baik Israel maupun Palestina tidak ada yang ingin damai

Senin, 12 Februari 2018 / 15:48 WIB

Donald Trump: Baik Israel maupun Palestina tidak ada yang ingin damai
ILUSTRASI. NULL

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Presiden Amerika Serikat Donald Trump menolak memberikan batas waktu untuk merilis rencana AS terkait perdamaian antara Israel dan Palestina. Trump mengatakan kepada surat kabar Israel, dirinya tidak yakin kedua belah pihak berkomitmen terhadap proses perdamaian tersebut.

"Kami akan melihat apa yang terjadi," kata Trump kepada Israel Hayom dalam sebuah wawancara yang dirilis pada Minggu (11/2).

Dia menambahkan, "Saat ini, saya akan mengatakan bahwa warga Palestina tidak ingin berdamai, mereka tidak ingin berdamai, dan saya juga belum yakin bahwa Israel ingin berdamai. Jadi kita lihat saja apa yang terjadi."

Dalam pertikaian Palestina-Israel, Amerika Serikat berperan sebagai perantara. Namun belakangan, peran AS telah mendapat kecaman menyusul keputusan pemerintahan Trump untuk mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel pada Desember lalu.

Pejabat tinggi Palestina mengutuk kebijakan tersebut, dengan mengatakan pihaknya langsung mendiskualifikasi AS untuk perannya sebagai mediator. Perserikatan Bangsa-Bangsa juga  mengutuk keputusan tersebut.

Dalam kesempatan yang sama, Trump juga ditanyai tentang pernyataannya pada World Economic Forum di Davos bahwa "Jerusalem tidak dibahas" dalam hal negosiasi.

"Saya ingin menjelaskan bahwa Yerusalem adalah ibu kota Israel. Sedangkan untuk batas-batas tertentu, saya akan mendukung apa yang disepakati kedua belah pihak. Saya pikir kedua belah pihak harus membuat kompromi keras untuk mencapai kesepakatan damai," jawab Trump.

Sementara, saat ditanyakan soal permukiman, Trump menyebut masalah tersebut merupakan sesuatu yang sangat sulit dan rumit dalam menciptakan perdamaian. Pernyataan tersebut tampaknya mencerminkan sikap yang lebih keras dibanding pernyataan pemerintah AS dalam beberapa bulan terakhir, dan sangat mirip dengan posisi pemerintahan sebelumnya, yang cenderung menggambarkan permukiman sebagai "rintangan bagi perdamaian."

Koran "Israel Hayom" dimiliki oleh Sheldon Adelson, dan secara luas dipandang sangat mendukung Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.


Sumber : CNN
Editor : Barratut Taqiyyah Rafie

ISRAEL

Berita terbaru Internasional

Komentar
TERBARU
KONTAN TV
Hotel Santika Hayam Wuruk
07 March 2018 - 08 March 2018
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy
Close [X]