kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.904.000   -43.000   -1,46%
  • USD/IDR 16.853   10,00   0,06%
  • IDX 8.212   -53,08   -0,64%
  • KOMPAS100 1.158   -9,98   -0,85%
  • LQ45 830   -9,73   -1,16%
  • ISSI 295   -1,25   -0,42%
  • IDX30 432   -3,95   -0,91%
  • IDXHIDIV20 516   -4,82   -0,92%
  • IDX80 129   -1,21   -0,93%
  • IDXV30 142   -0,67   -0,47%
  • IDXQ30 139   -1,75   -1,24%

Harga minyak terbang, laba industri maskapai tak akan setinggi target


Senin, 04 Juni 2018 / 12:01 WIB
Harga minyak terbang, laba industri maskapai tak akan setinggi target
ILUSTRASI. Pesawat Garuda Indonesia di Bandara Ngurah Rai Bali


Reporter: Sanny Cicilia | Editor: Sanny Cicilia

KONTAN.CO.ID - SIDNEY. Industri maskapai pesimis mencapai rekor laba di tahun 2018, seperti yang sempat diperkirakan pada Desember lalu. Kenaikan harga bahan bakar minyak menggerus optimisme ini. 

Chief Executive International Air Transport Association (IATA) Alexandre de Juniac meramal, industri maskapai masih berpeluang mencetak pertumbuhan keuntungan.

"Kami mungkin sudah di puncak siklus laba. Tahun depan kami belum memprediksikan, tapi sepertinya tak lebih positif," kata Juniac sebelum pertemuan IATA tahunan pada Minggu (3/6), seperti dikutip Reuters.

Organisasi maskapai ini akan merilis proyeksi baru mengenai profit industri pada pekan depan. 

Desember lalu, IATA membuat perkiraan laba maskapai dengan asumsi harga minyak mentah dunia US$ 60 per barel. Saat ini, harga minyak sudah menguat 15% ke lvel US$ 77 per barel.

Prediksi IATA ketika di tahun lalu, industri airline meraup laba US$ 38,4 miliar di tahun 2018, dengan kontribusi US$ 27,9 miliar dari maskapai Amerika Serikat dan Uni Eropa. IATA mewakili 280 maskapai dunia, atau sekitar 83% pengisi lalu lintas udara dunia.   




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

[X]
×