kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.843.000   -50.000   -1,73%
  • USD/IDR 16.995   46,00   0,27%
  • IDX 7.107   84,55   1,20%
  • KOMPAS100 978   11,34   1,17%
  • LQ45 722   8,69   1,22%
  • ISSI 249   4,23   1,73%
  • IDX30 393   5,52   1,42%
  • IDXHIDIV20 489   3,83   0,79%
  • IDX80 110   1,42   1,31%
  • IDXV30 134   2,21   1,67%
  • IDXQ30 127   1,16   0,92%

PDB terkontraksi, kejutan dari Turki!


Rabu, 10 September 2014 / 19:05 WIB
PDB terkontraksi, kejutan dari Turki!
ILUSTRASI. Daun sirih bisa menyebabkan gusi iritasi jika digunakan berlebihan.


Sumber: Bloomberg | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

ANKARA. Kontraksi ekonomi yang dialami Turki pada kuartal dua cukup mengejutkan. Kondisi ini dapat diartikan bahwa pemerintah akan meningkatkan tekanan kepada bank sentral untuk menurunkan biaya pinjaman. Tujuannya tak lain untuk mengerek pertumbuhan ekonomi meskipun tingkat inflasi semakin tinggi mendekati level dua kali lipat dari target bank sentral.

"Bank sentral saat ini berada dalam kebimbangan. Kita akan melihat adanya tekanan lanjutan dari pemerintah terhadap bank sentral untuk menurunkan suku bunga acuan. Sementara itu, tingkat inflasi semakin tinggi," papar Capital Economics economist William Jackson dari London.

Asal tahu saja, pertumbuhan PDB Turki pada kuartal II berada di level 2,1%. Sementara, prediksi 15 analis yang disurvei Bloomberg mematok pertumbuhan sebesar 2,8%. Sementara itu, tingkat konsumsi rumah tangga anjlok 1,5% dari kuartal sebelumnya.

Kontraksi yang terjadi pada ekonomi Turki membuka peluang bagi pemerintah untuk menyerang Gubernur Bank Sentral Erdem Basci. Apalagi sebelumnya pemerintah meminta bank sentral untuk melonggarkan akses ke pengucuran kredit.

Sebelumnya, pada bulan lalu, Basci menegaskan akan memperketat akses kredit hingga dia melihat adanya penurunan inflasi yang signifikan.

Mata uang Turki, lira, langsung melemah pasca data ekonomi ini dirilis. Pada pukul 14.28 waktu Ankara, lira melemah 0,3% menjadi 2,2033 per dollar AS.  




TERBARU

[X]
×