kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |

Raja gelontorkan bonus untuk rakyat Arab Saudi

Senin, 08 Januari 2018 / 11:10 WIB

Raja gelontorkan bonus untuk rakyat Arab Saudi
SNI Minyak Goreng Kemasan Pekerja menuang minyak goreng curah kedalam kemasan plastik di Jakarta, Minggu (25/10). Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia meminta pemerintah untuk menunda pengesahan peraturan kewajiban pencantuman Standar Nasional Indonesia pada minyak goreng kemasan hingga 2016 dengan alasan belum siapnya kondisi di lapangan. KNTAN/Cheppy A. Muchlis/25/10/2015

KONTAN.CO.ID - RIYADH. Raja Arab Saudi Salman telah memberikan perintah untuk menggelontorkan berbagai bonus dan pembayaran bagi warga Arab, termasuk pembayaran bulanan 1.000 riyal (US$ 267) bagi pegawai negeri sipil untuk tahun yang akan datang beberapa hari setelah diumumkannya pajak baru dan pencabutan subsidi bensin.

Pemerintah mengatakan kebijakan ini dimaksudkan untuk "mengurangi beban" kenaikan harga pada warga negara seiring tengah dilakukannya restrukturisasi ekonomi Arab Saudi di tengah anjloknya harga minyak dunia.

Dalam serangkaian keputusan atau dekrit kerajaan yang diumumkan pada Sabtu (6/1) malam, raja memerintahkan untuk melakukan pembayaran dana senilai 5.000 riyal (US$ 1.333) kepada personil militer yang bertugas berjaga di garis depan pada perang antara kerajaan dengan Yaman, serta uang saku 500 riyal (US$ 133) untuk satu tahun kepada para pensiunan dan mereka yang menerima jaminan sosial.

Selain itu, tunjangan bulanan siswa juga akan meningkat tahun ini dan pemerintah akan menanggung biaya pajak baru untuk beberapa layanan, serta untuk pembelian rumah pertama senilai 850.000 riyal (US$ 226.600). Raja juga memerintahkan agar gaji pegawai negeri dibayarkan sebelum tagihan listrik dikeluarkan setiap bulan.

Pada tanggal 1 Januari, pemerintah memperkenalkan pajak pertambahan nilai sebesar 5% untuk barang dan jasa, menaikkan harga listrik dan mengurangi subsidi pada bensin, sehingga harga bensin naik hampir dua kali lipat.

Akibatnya, muncul ribuan postingan dengan hashtag di Twitter pada minggu ini yang mengeluhkan bahwa gaji mereka tidak cukup untuk menutupi biaya hidup. Hashtag serupa yang muncul beberapa tahun lalu mendorong pemerintah mengembalikan pembekuan bonus dan tunjangan pemerintah. Warga Saudi menentang pembekuan bonus tersebut dengan merujuk negara-negara Teluk yang kaya energi lainnya, seperti Uni Emirat Arab dan Qatar, di mana gaji pegawai negeri jauh lebih tinggi.

Pemerintah baru-baru ini membentuk sebuah sistem kesejahteraan baru yang menjangkau sekitar 3 juta keluarga dan 10,6 juta penerima bantuan - atau sekitar setengah dari populasi Saudi. Setengah dari keluarga tersebut menerima pembayaran maksimum 938 riyal (US$ 250). Pembayaran minimum adalah 300 riyal (US$ 80). Pemerintah Arab Saudi diperkirakan akan membayar sekitar 32 miliar riyal (US$ 8,5 miliar) untuk pembayaran kepada rekening warga negara pada 2018.


Sumber : CNBC
Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

ARAB SAUDI

Komentar
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0004 || diagnostic_api_kanan = || diagnostic_web = 0.2813

Close [X]
×