kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.907   -2,00   -0,01%
  • IDX 5.974   48,31   0,82%
  • KOMPAS100 775   9,14   1,19%
  • LQ45 597   7,33   1,24%
  • ISSI 207   1,62   0,79%
  • IDX30 332   3,92   1,19%
  • IDXHIDIV20 426   4,50   1,07%
  • IDX80 89   1,06   1,22%
  • IDXV30 117   1,15   0,99%
  • IDXQ30 109   1,02   0,95%

12 Senator AS Desak Trump Batalkan Kesepakatan Diesel dengan Rusia


Rabu, 14 Oktober 2026 / 12:05 WIB
12 Senator AS Desak Trump Batalkan Kesepakatan Diesel dengan Rusia
ILUSTRASI. Donald Trump (REUTERS/Jonathan Ernst)


Sumber: Reuters | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Sebanyak 12 senator Amerika Serikat (AS), termasuk enam senator dari Partai Republik, mendesak Presiden Donald Trump membatalkan kesepakatan diesel dengan Rusia pada Selasa (13/10/2026).

Desakan ini muncul beberapa hari sebelum pemerintah AS harus memutuskan pemberlakuan sanksi baru terhadap Moskow atas perang yang masih berlangsung di Ukraina.

Dalam surat kepada Trump, para senator menilai kesepakatan tersebut berpotensi memberikan tambahan pendapatan bagi pemerintahan Presiden Rusia Vladimir Putin untuk membiayai perang. Mereka juga menegaskan bahwa kebijakan itu tidak akan memberikan manfaat berarti bagi masyarakat Amerika Serikat.

Surat tersebut menambah gelombang kritik dari Kongres sejak Trump mengumumkan kesepakatan itu pada Jumat (9/10/2026).

Penolakan dari sejumlah anggota Partai Republik ini menandai perubahan sikap politik yang signifikan. Sebelumnya, para senator dari partai tersebut hampir secara bulat mendukung keputusan kebijakan luar negeri Trump.

Baca Juga: Mantan Insinyur OpenAI Ditangkap, Diduga Pasang Alat Perekam Tersembunyi

Perkembangan ini terjadi menjelang pemilihan paruh waktu AS pada 3 November mendatang, yang akan menentukan apakah Partai Republik mampu mempertahankan kendalinya atas Kongres.

Trump Longgarkan Sanksi Ekspor Diesel Rusia

Dalam pengumumannya, Trump menyatakan akan mencabut sanksi terhadap ekspor diesel Rusia. Ia juga mengatakan Rusia akan segera memasok lebih dari 300.000 metrik ton atau sekitar 2,25 juta barel diesel ke pasar Amerika Serikat dan pasar global.

Trump menyebut langkah tersebut bertujuan menurunkan harga bahan bakar. Namun, berdasarkan data Administrasi Informasi Energi AS (EIA), volume diesel yang disebutkan Trump bahkan lebih kecil daripada kebutuhan sektor transportasi AS selama satu hari.

Data EIA menunjukkan konsumsi diesel di sektor transportasi AS mencapai sekitar 2,94 juta barel per hari.

Para senator menilai pelonggaran tersebut justru berisiko menguntungkan Rusia di tengah konflik yang masih berlangsung dengan Ukraina.

“Memberikan kemampuan kepada Moskow untuk menjual diesel Rusia secara bebas di pasar global merusak kepentingan keamanan Amerika dan merupakan pengkhianatan terhadap rakyat Ukraina, yang terus mempertahankan diri dari perang ilegal dan mematikan yang dilancarkan Putin,” tulis para senator dalam surat tersebut.

Mereka juga menegaskan bahwa kesepakatan itu bertentangan dengan kepentingan AS dan sekutunya.

“Kesepakatan ini merupakan hadiah bagi pihak yang menjadi lawan kita dan pengkhianatan terhadap sekutu-sekutu kita; kesepakatan ini harus dibatalkan,” demikian pernyataan para senator.

Surat bertanggal Selasa tersebut ditandatangani enam senator Partai Republik, yakni Mitch McConnell dari Kentucky, Thom Tillis dari North Carolina, Susan Collins dari Maine, Alan Armstrong dari Oklahoma, Lisa Murkowski dari Alaska, dan John Cornyn dari Texas.

Enam senator lainnya berasal dari Partai Demokrat.

Baca Juga: Taiwan Sepakat Beli 30% LNG dari Proyek Pipa Gas Alaska

Tenggat Sanksi Baru Rusia pada 18 Oktober

Desakan kepada Trump juga muncul menjelang tenggat pemberlakuan sanksi baru terhadap Rusia.

Berdasarkan undang-undang yang ditandatangani Trump pada September 2026, pemerintah AS memiliki waktu hingga 18 Oktober untuk memberlakukan sanksi luas dan tarif baru terhadap sektor energi Rusia terkait perang di Ukraina.

Namun, Trump juga dapat memilih untuk tidak memberlakukan sanksi tersebut apabila pemerintahannya menilai langkah itu bertentangan dengan kepentingan nasional AS.

Dalam suratnya, para senator meminta Trump menggunakan kewenangan sanksi yang tercantum dalam undang-undang baru bernama Lindsey O. Graham Sanctioning Russia and Iran Act of 2026.

Undang-undang tersebut dinamai untuk menghormati mendiang Senator Lindsey Graham, tokoh Partai Republik yang dikenal keras terhadap Rusia sekaligus sekutu dekat Trump. Graham meninggal dunia pada Juli 2026.

Hingga kini, pemerintahan Trump belum memberi tahu para anggota Kongres apakah akan memberlakukan sanksi baru tersebut atau memilih untuk memberikan pengecualian.

Sebelumnya, Collins, Murkowski, dan Tillis juga bergabung dengan sejumlah senator Demokrat dalam pernyataan bersama pada Minggu (11/10). Mereka meminta Trump mengubah arah kebijakannya terkait kesepakatan diesel Rusia.

Para senator menyebut kesepakatan itu bertentangan dengan hukum AS yang melarang impor energi dari Rusia sampai negara tersebut menghentikan agresinya terhadap Ukraina.

Baca Juga: Inflasi AS Diprediksi Melonjak 3,6% pada September 2026, Harga BBM Jadi Pemicu

Trump Klaim Kesepakatan Menguntungkan Dunia

Trump mempertahankan kebijakannya ketika ditanya pada Selasa apakah ada pihak yang memperingatkannya bahwa pendapatan dari penjualan diesel dapat digunakan Rusia untuk membeli lebih banyak bom.

“Tidak, tidak ada yang memberi tahu saya apa pun,” jawab Trump.

Ia menambahkan bahwa kesepakatan tersebut tidak hanya menguntungkan Amerika Serikat, tetapi juga masyarakat dunia.

Sementara itu, Wakil Perdana Menteri Rusia Alexander Novak pada Senin (12/10) menyatakan bahwa Rusia berpotensi kembali meningkatkan ekspor diesel hingga melampaui volume yang disebutkan Trump dalam kesepakatan tersebut.

Pernyataan Novak menunjukkan bahwa pasokan diesel Rusia ke pasar internasional berpotensi meningkat lebih jauh jika pelonggaran sanksi tersebut berlanjut.

Enam senator Partai Demokrat yang turut menandatangani surat desakan pembatalan kesepakatan itu adalah Richard Blumenthal dari Connecticut, Jeanne Shaheen dari New Hampshire, Richard Durbin dari Illinois, Sheldon Whitehouse dari Rhode Island, Jack Reed dari Rhode Island, dan Chris Coons dari Connecticut.




TERBARU
KONTAN10.10
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×