kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.561.000   -13.000   -0,51%
  • USD/IDR 17.962   35,00   0,20%
  • IDX 5.889   -54,27   -0,91%
  • KOMPAS100 762   -8,66   -1,12%
  • LQ45 589   -5,36   -0,90%
  • ISSI 203   -2,07   -1,01%
  • IDX30 329   -2,40   -0,72%
  • IDXHIDIV20 423   -1,58   -0,37%
  • IDX80 87   -0,93   -1,05%
  • IDXV30 116   -0,61   -0,52%
  • IDXQ30 108   -0,57   -0,53%

32 Klub Inggris Hadapi Risiko Bangkrut, Mayoritas Tak Mampu Bertahan 90 Hari


Kamis, 15 Oktober 2026 / 08:09 WIB
32 Klub Inggris Hadapi Risiko Bangkrut, Mayoritas Tak Mampu Bertahan 90 Hari
ILUSTRASI. Sepak Bola Liga Primer Inggris (Action Images via Reuters/Andrew Boyers)


Penulis: Prihastomo Wahyu Widodo

KONTAN.CO.ID - Sebanyak 32 klub sepak bola Inggris dilaporkan berisiko mengalami kebangkrutan dalam 90 hari jika pemilik mereka tiba-tiba menghentikan suntikan dana.

Temuan tersebut terungkap dalam laporan State of the Game yang diterbitkan regulator sepak bola independen Inggris atau Independent Football Regulator (IFR).

Laporan tersebut memperingatkan bahwa kondisi keuangan sepak bola Inggris membutuhkan reformasi segera.

Regulator bahkan menggambarkan sebagian besar klub di piramida sepak bola Inggris sebagai klub yang berada di "ujung bencana keuangan".

Kondisi tersebut terjadi meski industri sepak bola Inggris secara keseluruhan menghasilkan pendapatan sekitar £9 miliar atau Rp213,1 triliun pada musim 2025/2026.

Baca Juga: PM Inggris Terseret Kasus Manchester City, Kerja Sama Masa Lalu Jadi Sorotan

94% Klub Inggris Catat Kerugian

Mengutip Give Me Sport, sebanyak 94 persen klub di lima divisi teratas Inggris mencatat kerugian pada musim 2025/2026.

Sekitar dua pertiga klub mengaku tidak akan mampu bertahan lebih dari 90 hari apabila pemilik mereka tiba-tiba menghentikan dukungan keuangan.

Lebih mengkhawatirkan lagi, hampir sepertiga klub bahkan diperkirakan tidak mampu bertahan lebih dari satu bulan tanpa suntikan dana dari pemilik.

Kondisi ini membuat IFR menilai sepak bola Inggris telah menjadi permainan yang sarat risiko.

Baca Juga: Organisasi HAM Desak FIFA Halangi Infantino Maju untuk Periode Keempat

Klub Championship hingga League Two Paling Rentan

IFR menilai klub di Championship, League One dan League Two berada di posisi yang sangat rentan karena terdorong mengeluarkan uang lebih besar demi mengejar promosi.

Tekanan untuk mencapai Premier League menjadi salah satu faktor yang mendorong klub mengambil risiko finansial.

Hadiah finansial yang sangat besar dari bermain di kasta tertinggi membuat klub rela meningkatkan pengeluaran untuk memperkuat skuad.

Sayangnya, ketika promosi gagal dicapai, beban finansial tersebut dapat menjadi masalah serius.

IFR juga mengingatkan bahwa ketika sebuah klub berada di ambang kebangkrutan, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh pemain, staf dan suporter.

Keruntuhan klub juga dapat memengaruhi komunitas dan perekonomian lokal yang selama ini bergantung pada keberadaan klub tersebut.

Baca Juga: Liverpool Jadi Klub dengan Skuad Termahal, Nilainya Tembus Rp25 Triliun

Regulator Minta Reformasi Secepatnya

Ketua IFR David Kogan dan CEO Richard Monks menilai sepak bola Inggris tidak boleh lagi menunda reformasi sistem keuangannya.

"Kesimpulannya jelas: kita tidak bisa membuang waktu lagi dengan gagal mengatasi tingkat risiko keuangan yang telah mengakar dalam sepak bola Inggris," tulis Kogan dan Monks dalam laporan tersebut.

IFR menilai laporan tersebut menjadi awal dari proses jangka panjang untuk membuat struktur sepak bola Inggris lebih berkelanjutan.

Laporan final regulator dijadwalkan terbit pada awal 2027 setelah melalui proses konsultasi publik.

Salah satu persoalan yang kembali disorot adalah distribusi pendapatan antara Premier League dan kompetisi di bawahnya.

Premier League sebelumnya telah mengajukan tawaran untuk menggandakan pembayaran solidaritas kepada EFL selama periode 10 tahun. Namun, pembahasan antara kedua pihak masih berlangsung.

Menurut regulator, kesepakatan baru mengenai distribusi pendapatan diperlukan untuk mengurangi ketimpangan finansial dan membantu menjaga keberlangsungan klub di seluruh piramida sepak bola Inggris.

Baca Juga: Laporan Keuangan Manchester United: Catat Rekor Pendapatan, tapi Rugi Rp1 Triliun




TERBARU
KONTAN10.10
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×