kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.594.000   2.000   0,08%
  • USD/IDR 17.905   -13,00   -0,07%
  • IDX 6.092   -1,60   -0,03%
  • KOMPAS100 785   -0,10   -0,01%
  • LQ45 602   0,20   0,03%
  • ISSI 213   0,09   0,04%
  • IDX30 335   0,46   0,14%
  • IDXHIDIV20 429   1,82   0,43%
  • IDX80 90   0,04   0,04%
  • IDXV30 117   0,37   0,32%
  • IDXQ30 110   0,44   0,40%

PM Inggris Terseret Kasus Manchester City, Kerja Sama Masa Lalu Jadi Sorotan


Senin, 12 Oktober 2026 / 07:44 WIB
PM Inggris Terseret Kasus Manchester City, Kerja Sama Masa Lalu Jadi Sorotan
ILUSTRASI. Manchester City juara liga Inggris (Action Images via Reuters/JOHN SIBLEY)


Penulis: Prihastomo Wahyu Widodo

KONTAN.CO.ID - Perdana Menteri Inggris Andy Burnham kini terseret ke dalam kasus hukum serius yang melanda klub raksasa Liga Primer Inggris, Manchester City.

Burnham berencana membuka detail pertemuannya dengan petinggi Manchester City setelah komentarnya mengenai kasus pelanggaran aturan finansial klub tersebut menuai kritik.

Mengutip laporan BBC pada hari Minggu (11/10), Burnham menyatakan bersedia mengungkap catatan interaksinya dengan Manchester City saat menjabat sebagai Wali Kota Greater Manchester. Ia mengatakan hanya ada satu pertemuan yang dinilainya signifikan, yakni pada 2021.

Baca Juga: Bedah Kasus Manchester City vs Chelsea, Mengapa Hukuman Keduanya Berbeda?

Andy Burnham Siap Buka Catatan Pertemuan

Burnham menyatakan akan memublikasikan detail aktivitasnya bersama Manchester City selama menjabat sebagai Wali Kota Greater Manchester pada 2017 hingga awal 2026.

Salah satu pernyataan Burnham yang menjadi perdebatan berkaitan dengan kemungkinan pemilik Manchester City dari Abu Dhabi menjual klub tersebut.

Komentarnya memunculkan kekhawatiran bahwa persoalan Manchester City dapat bercampur dengan kepentingan politik dan ekonomi.

Selama menjabat sebagai wali kota, Burnham mendukung investasi dari kawasan Teluk untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Greater Manchester.

Latar belakang tersebut ikut menjadi perhatian ketika ia menyampaikan pandangannya mengenai kasus finansial Manchester City.

Meski demikian, Burnham menegaskan bahwa dukungan terhadap investasi ekonomi tidak sama dengan campur tangan dalam proses regulasi sepak bola.

Rencana publikasi catatan pertemuan diharapkan dapat memperjelas bentuk interaksi yang pernah terjadi antara dirinya dan pihak klub.

Polemik ini berkembang di tengah proses hukum sepak bola yang melibatkan Manchester City setelah sebuah komisi independen menyatakan klub itu melanggar sejumlah aturan finansial Premier League. 

Namun, Burnham menegaskan persoalan regulasi sepak bola perlu dibedakan dari investasi yang mendukung perekonomian Manchester.

Baca Juga: Manchester City Bersalah, Premier League Ungkap Pelanggaran Keuangan 9 Musim

Manchester City Melanggar Aturan Finansial Liga Primer

Manchester City dinyatakan bersalah atas pelanggaran serius aturan finansial Premier League selama sembilan musim, mulai 2009/10 hingga 2017/18.

Mengutip pernyataan resmi Premier League pada 29 September 2026, komisi menemukan bahwa Manchester City menggunakan kontrak komersial yang tidak mencerminkan kesepakatan sebenarnya untuk meningkatkan pendapatan dan menekan biaya klub.

City juga dinilai menyampaikan laporan keuangan yang tidak akurat serta melanggar batas pengeluaran finansial Premier League dan UEFA.

Komisi tersebut juga menyatakan Manchester City melanggar kewajiban kerja sama selama proses investigasi. Tiga dari empat kelompok dugaan pelanggaran terkait kewajiban tersebut dinyatakan terbukti.

Manchester City membantah melakukan pelanggaran dan telah mengajukan banding atas putusan komisi independen.

Klub menyatakan keputusan tersebut mengandung kesalahan hukum dan fakta. Proses banding akan ditangani oleh badan independen, sementara sanksi akhir belum ditetapkan.

Baca Juga: Kasus Manchester City Bikin Aturan Kepemilikan Klub Premier League Disorot




TERBARU

[X]
×