kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.652.000   21.000   0,80%
  • USD/IDR 16.889   19,00   0,11%
  • IDX 8.930   44,78   0,50%
  • KOMPAS100 1.236   9,13   0,74%
  • LQ45 873   6,72   0,78%
  • ISSI 327   2,42   0,75%
  • IDX30 445   3,95   0,90%
  • IDXHIDIV20 526   5,06   0,97%
  • IDX80 138   1,10   0,81%
  • IDXV30 147   2,38   1,65%
  • IDXQ30 143   1,21   0,85%

6 Miliarder Dunia Ini Tidak Akan Mewariskan Harta kepada Anaknya


Rabu, 12 Oktober 2022 / 09:09 WIB
6 Miliarder Dunia Ini Tidak Akan Mewariskan Harta kepada Anaknya
ILUSTRASI. Sejumlah miliarder terkenal berjanji untuk meninggalkan sedikit atau tidak sama sekali harta milik mereka kepada anak-anaknya. Salah satunya Warren Buffett. REUTERS/Rick Wilking


Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Menurut CNN, Turner disebut "di antara 40 miliarder yang menjanjikan setengah atau lebih dari kekayaan mereka untuk amal melalui kampanye The Giving Pledge".

Pendiri CNN juga merupakan pemilik tanah terbesar kedua di AS, dengan perkiraan 810.000 hektar (dua juta hektar) tanah. Dia menggunakan banyak tanahnya untuk peternakan untuk mempopulerkan kembali daging bison, mengumpulkan kawanan terbesar di dunia. Dia juga memiliki rantai restoran steak sendiri yang disebut Ted's Montana Grill yang menyajikan daging bison.

Baca Juga: Warren Buffett: Jangan Bekerja untuk Uang karena Anda Akan Terjebak di Duniawi

6. Laurene Powell Jobs

Mengutip South China Morning Post, Laurene Powell Jobs mewarisi kekayaan yang cukup besar setelah kematian suaminya Steve Jobs, pendiri Apple. Kekayaan bersih Steve Jobs bernilai US$ 10,2 miliar pada saat kematiannya pada Oktober 2011.

Miliarder Amerika mengatakan dia tidak percaya pada akumulasi kekayaan. Menurut Forbes, dia berkata, "Hubungan saya dengan uang adalah bahwa itu adalah alat untuk mandiri, tetapi itu bukan sesuatu yang merupakan bagian dari siapa saya." 

Dia telah mendedikasikan hidupnya untuk mendistribusikan kekayaan mendiang suaminya secara efektif, dengan cara yang mengangkat individu dan komunitas secara berkelanjutan, menurut Business Insider. 

Dia juga mendirikan Emerson Collective pada tahun 2004 – sebuah organisasi perubahan sosial yang berfokus pada pendidikan, imigrasi, dan keadilan sosial.




TERBARU
Kontan Academy
Mastering Management and Strategic Leadership (MiniMBA 2026) Global Finance 2026

[X]
×