kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45769,82   10,44   1.37%
  • EMAS915.000 -0,44%
  • RD.SAHAM -0.01%
  • RD.CAMPURAN 0.00%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.03%

Akibat wabah virus corona, Airbnb ganti kerugian penyewaan rumah


Selasa, 31 Maret 2020 / 12:57 WIB
Akibat wabah virus corona, Airbnb ganti kerugian penyewaan rumah
ILUSTRASI. Airbnb akan mengalokasikan dana US$ 250 juta guna mengurangi kerugian tuan rumah. REUTERS/Gabrielle Lurie - RC174B233910

Reporter: Annisa Fadila | Editor: Handoyo .

KONTAN.CO.ID - AMERIKA. Perusahaan penyewaan rumah Airbnb menegaskan pihaknya akan mengalokasikan dana US$ 250 juta guna mengurangi kerugian tuan rumah di seluruh dunia yang disebabkan karena adanya pandemi corona.

Perlu diketahui, Airbnb akan membayar 25% dana yang didapat kepada tamu apabila sebelumnya telah memesan lokasi sejak tanggal 14 Maret hingga 31 Mei. Hal itu ditawarkan secara global kecuali kepada China.

Baca Juga: Virus corona meluas, pembatalan Airbnb kini tak kena biaya

Karena pembatalan pemesanan tersebut berlaku dari tanggal 14 hingga 31 Maret, maka host dapat memilih kebijakan pembatalan yang berbeda-beda, hal itu tentu memerlukan pembayaran penalti untuk memungkinkan pembatalan gratis hingga tanggal sebelum check-in. Namun, perlu diingat bahwa semua pembatalan pesanan harus memenuhi syarat terlebih dahulu.

Sebelumnya Airbnb telah mengumumkan tamunya dapat menerima pengembalian uang secara full untuk pembatalan pemesanan yang dilakukan sebelum tanggal 14 Maret dan melakukan check-in sebelum tanggal 14 Maret hingga 14 April.

Hal tersebut dilakukan Airbnb karena sebelumnya telah mendatangkan kemarahan tuan rumah. Kepada Reuters, Airbnb juga mengatakan tuan rumah dapat membatalkan reservasi tanpa dikenakan biaya.

Airbnb mengatakan pihaknya akan mendanai tuan rumah dan akan mulai mengeluarkan pembayaran pada April mendatang. Asal tahu saja, pada tahun 2019 pendapatan Airbnb melebihi $4,8 miliar, hal itu naik 35% pada tahun ini.

Baca Juga: Akibat wabah virus corona, Airbnb menangguhkan pemesanan di Beijing hingga Mei 2020

Airbnb juga menegaskan, pada September lalu pihaknya berencana untuk mencatat sahamnya di tahun 2020. Namun hingga saat ini pihaknya belum mengubah rencana tersebut meski adanya pandemi corona.

Tak hanya itu, Airbnb juga mengatakan pihaknya tengah menggalangkan dana bantuan sebesar US$ 10 juta untuk superhosts yang berpengalaman guna mendapatkan rating bagus untuk membayar sewa atau hipotek karena wabah corona. Hal tersebut bertujuan agar host yang berpengalaman dapat membagikan pengalamannya dalam hal wisata juga kuliner.




TERBARU

[X]
×