kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.135.000   50.000   1,62%
  • USD/IDR 16.894   85,00   0,51%
  • IDX 8.017   -218,65   -2,65%
  • KOMPAS100 1.125   -31,30   -2,71%
  • LQ45 812   -21,87   -2,62%
  • ISSI 286   -6,72   -2,30%
  • IDX30 429   -10,83   -2,46%
  • IDXHIDIV20 517   -9,75   -1,85%
  • IDX80 126   -2,90   -2,25%
  • IDXV30 141   -2,38   -1,66%
  • IDXQ30 138   -3,69   -2,61%

Aktivitas ekonomi China masih lesu


Minggu, 13 Maret 2016 / 14:00 WIB
Aktivitas ekonomi China masih lesu


Reporter: Namira Daufina | Editor: Dupla Kartini

JAKARTA. Perlambatan ekonomi di China belum berakhir. Teranyar, rilis data produksi industri dan penjualan ritel yang dirilis Sabtu (12/3), masih menunjukkan penurunan.

Dikutip dari ForexFactory.com, data pertumbuhan produksi industri China per Februari 2016 jatuh ke level 5,4% dari sebelumnya masih mencapai 5,9%. Selain itu, data penjualan ritel pada periode yang sama juga tumbang ke level 10,2% dari sebelumnya 11,1%.

“Profil pertumbuhan ekonomi China secara keseluruhan masih mendung,” kata Zhou Hao, Ekonom Commerzbank AG di Singapore seperti dikutip Bloomberg, Sabtu (12/3). Sajian data ini menjadi gambaran, aktivitas perekonomian di China belum pulih, sementara inflasi dan harga properti terus merosot.

Meski demikian, laporan resmi NBS menyebutkan, penurunan produksi industri di Negeri Tembok Besar terjadi karena faktor musiman. Ini terjadi karena memang sedang terjadi penurunan permintaan global terutama dari sektor baja dan kimia.

Pendapat lain dari James Laurenceson, Deputy Director Australia - China Relations Institute di University of Technology Sydney menyebutkan, pertumbuhan penjualan ritel di China masih dalam rentang double digit, sehingga tidak perlu panik menghadapi penurunan yang terjadi.




TERBARU
Kontan Academy
Procurement Strategies for Competitive Advantage (PSCA) AI untuk Digital Marketing: Tools, Workflow, dan Strategi di 2026

[X]
×