kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.526.000   -20.000   -0,79%
  • USD/IDR 18.159   -7,00   -0,04%
  • IDX 5.057   -41,01   -0,80%
  • KOMPAS100 651   -4,49   -0,68%
  • LQ45 515   -0,12   -0,02%
  • ISSI 169   -2,02   -1,18%
  • IDX30 290   0,46   0,16%
  • IDXHIDIV20 392   3,47   0,89%
  • IDX80 75   -0,37   -0,49%
  • IDXV30 109   1,70   1,58%
  • IDXQ30 98   0,32   0,33%

Aktivitas Pabrik Tiongkok Kontraksi di Oktober, Target Pertumbuhan Ekonomi Terancam


Sabtu, 31 Oktober 2026 / 09:56 WIB
Aktivitas Pabrik Tiongkok Kontraksi di Oktober, Target Pertumbuhan Ekonomi Terancam
ILUSTRASI. Ekonomi China - Yuan (REUTERS/Thomas White)


Reporter: Rizki Caturini | Editor: Rizki Caturini

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Aktivitas pabrik di Tiongkok mengalami kontraksi pada bulan Oktober 2026. Ini menyoroti tantangan yang dihadapi para pembuat kebijakan dalam upaya mereka mempertahankan pemulihan ekonomi guna memastikan target pertumbuhan tahun ini tercapai.

Biro Statistik Nasional Tiongkok pada hari Sabtu (31/10) menyatakan, indeks manajer pembelian (Purchasing Managers’ Index/PMI) sektor manufaktur resmi turun menjadi 49,3 di Oktober dari 50,1 pada bulan September. 

Seperti dikutip Bloomberg News, Minggu (31/10), angka ini lebih rendah dibandingkan dengan median perkiraan sebesar 49,9 dalam survei Bloomberg terhadap para ekonom. Pembacaan di atas 50 mengindikasikan adanya ekspansi.

Indeks aktivitas sektor non-manufaktur, yang mencakup sektor konstruksi dan jasa, tercatat sebesar 49,7, dibandingkan dengan 50,2 pada bulan September.

Penurunan ini menunjukkan bahwa ekonomi terbesar kedua di dunia tersebut kehilangan momentum pada awal kuartal keempat, setelah sempat mengalami pemulihan moderat dalam tiga bulan sebelumnya. 

Beijing mungkin akan menghadapi tekanan lebih besar untuk memberikan dukungan tambahan setelah meluncurkan serangkaian langkah stimulus terarah dalam beberapa minggu terakhir. Ini di tengah upaya para pembuat kebijakan untuk menjaga pertumbuhan agar tetap sesuai dengan target tahunan pemerintah, yakni 4,5% hingga 5%.

Pemerintah Tiongkok telah meningkatkan kebijakan untuk memperkuat perekonomian, antara lain dengan menawarkan dukungan kredit yang lebih luas bagi usaha kecil dan konsumen, subsidi hipotek bagi pembeli rumah tertentu, serta kuota obligasi tambahan untuk pemerintah daerah.

Pembangunan proyek-proyek infrastruktur besar, seperti inisiatif "Enam Jaringan" (Six Networks), juga telah dimulai, dan pihak berwenang telah mengisyaratkan kesiapan untuk menerapkan langkah-langkah lebih lanjut jika diperlukan. 




TERBARU

[X]
×