kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.651.000   11.000   0,42%
  • USD/IDR 17.981   -32,00   -0,18%
  • IDX 5.876   131,22   2,28%
  • KOMPAS100 765   20,79   2,79%
  • LQ45 582   16,29   2,88%
  • ISSI 204   4,37   2,19%
  • IDX30 329   8,59   2,68%
  • IDXHIDIV20 406   11,61   2,94%
  • IDX80 87   2,30   2,72%
  • IDXV30 110   2,89   2,69%
  • IDXQ30 106   3,06   2,97%

Aktivitas Sektor Jasa Italia Kembali Tumbuh pada Juni, Tekanan Biaya Mulai Mereda


Jumat, 03 Juli 2026 / 15:51 WIB
Aktivitas Sektor Jasa Italia Kembali Tumbuh pada Juni, Tekanan Biaya Mulai Mereda
ILUSTRASI. PMI jasa Italia rebound ke 50,2 setelah tiga bulan kontraksi. (Marco Passaro/IPA via REUTERS)


Sumber: Reuters | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Aktivitas sektor jasa Italia kembali mencatatkan pertumbuhan pada Juni 2026 setelah mengalami kontraksi selama tiga bulan berturut-turut. Pemulihan ini didorong oleh mulai meredanya tekanan biaya operasional seiring tanda-tanda meredanya konflik di Timur Tengah.

Berdasarkan survei yang dirilis S&P Global pada Jumat (3/7/2026), indeks Purchasing Managers' Index (PMI) sektor jasa Italia naik menjadi 50,2 pada Juni, dibandingkan 49,4 pada Mei.

Angka di atas level 50 menunjukkan aktivitas bisnis kembali berekspansi, sekaligus menjadi pertumbuhan pertama sejak serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari lalu.

Meski demikian, capaian tersebut masih sedikit di bawah proyeksi sembilan analis yang disurvei Reuters, yang memperkirakan PMI berada di level 50,5.

Perbaikan kondisi sektor jasa juga tercermin dari melambatnya inflasi biaya input. Indeks inflasi biaya input turun signifikan menjadi 62,1 pada Juni dari 66,7 pada bulan sebelumnya. Walaupun masih berada pada level yang relatif tinggi dibandingkan standar historis, penurunan ini menjadi yang pertama sejak Januari 2026.

Baca Juga: Bursa Asia Menguat Jumat (3/7), Reli Samsung dan SK Hynix Redakan Tekanan Pasar

Sementara itu, indikator harga jual atau prices charged juga mengalami penurunan menjadi 52,8 dari 54,1 pada Mei. Kondisi ini mengindikasikan bahwa tekanan kenaikan harga mulai mereda di sektor jasa.

Ekonom S&P Global, Eleanor Dennison, menilai perkembangan tersebut menjadi kabar positif bagi pelaku usaha maupun konsumen.

"Tanda-tanda bahwa tekanan inflasi mulai mereda akan menjadi angin segar bagi penyedia jasa maupun konsumen," ujar Dennison.

Data awal yang dirilis pemerintah Italia pada Selasa (30/6) juga menunjukkan inflasi harga konsumen turun tipis menjadi 3,1% pada Juni dari 3,2% pada Mei.

Gangguan Rantai Pasok Berkurang

Sinyal positif juga terlihat di sektor manufaktur. Survei S&P Global yang dirilis sebelumnya menunjukkan tekanan biaya dan gangguan rantai pasok di sektor manufaktur Italia turut mereda sepanjang Juni.

Secara keseluruhan, PMI Komposit Italia, yang menggabungkan sektor manufaktur dan jasa, meningkat menjadi 50,8 pada Juni dari 50,4 pada Mei. Kenaikan tersebut menandai bulan ketiga berturut-turut aktivitas ekonomi berada di zona ekspansi.

Di sisi permintaan, subindeks bisnis baru (new business) naik menjadi 51,0 pada Juni dari 48,9 pada Mei. Hal ini menunjukkan permintaan terhadap layanan mulai pulih setelah sempat melemah.

Baca Juga: FAO: Harga Pangan Dunia Turun pada Juni 2026, Dipicu Penurunan Harga Gula dan Susu

Sementara itu, indikator ketenagakerjaan sedikit turun menjadi 50,4 dari 50,6 pada bulan sebelumnya. Kendati melemah, angka tersebut masih mencerminkan adanya penambahan lapangan kerja dalam skala terbatas selama Juni.

Prospek Ekonomi Masih Terbatas

Meski aktivitas bisnis menunjukkan perbaikan, prospek pertumbuhan ekonomi Italia masih tergolong moderat.

Pemerintahan Perdana Menteri Giorgia Meloni pada April lalu memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi menjadi 0,6% untuk 2026 dan 2027. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan target sebelumnya masing-masing 0,7% dan 0,8%.

Pemerintah Italia juga memperkirakan pertumbuhan ekonomi hanya mencapai 0,8% pada 2028. Jika terealisasi, Italia akan mencatatkan enam tahun berturut-turut dengan laju pertumbuhan ekonomi di bawah 1%, mencerminkan tantangan struktural yang masih membayangi perekonomian negara tersebut meskipun tekanan inflasi dan biaya produksi mulai mereda.


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Teori, Strategi & Taktik Penagihan Kredit/ Piutang Macet Secara Dini & Terintegrasi Serta Efisien & Efektif

[X]
×