kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.922.000   20.000   0,69%
  • USD/IDR 17.021   8,00   0,05%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Ambisi MUFG: Bidik Tahta Raja Transaksi Asia, Geser Raksasa Global


Kamis, 02 April 2026 / 18:00 WIB
Ambisi MUFG: Bidik Tahta Raja Transaksi Asia, Geser Raksasa Global
ILUSTRASI. MUFG Bank, Ltd. (MUFG) (MUFG Bank, Ltd./dok)


Reporter: Nina Dwiantika | Editor: Nina Dwiantika

KONTAN.CO.ID - TOKYO. Ambisi Mitsubishi UFJ Financial Group Inc. (MUFG) untuk memperkuat bisnis transaction banking kian terlihat agresif. Bank terbesar Jepang ini menambah tenaga kerja sekaligus memperluas layanan transfer dana domestik di Asia, sebuah langkah yang mencerminkan upaya mengejar ketertinggalan dari para raksasa global.

Mengutip Bloomberg (2/4), selama satu dekade terakhir, MUFG tertinggal dari pemain besar seperti JPMorgan Chase & Co. dan HSBC Holdings Plc. Ketertinggalan ini bukan tanpa alasan kedua bank tersebut telah lama menguasai jaringan global dan ekosistem layanan korporasi yang lebih matang.

Namun MUFG tampaknya tak ingin terus berada di posisi pengikut. Masahiro Matsumoto, Kepala Global Transaction Banking MUFG Bank menegaskan, pihaknya kini tengah memposisikan diri untuk masuk ke era baru, dengan target ambisius yakni merebut posisi teratas di Asia dari posisi saat ini di peringkat ketiga.

Transaction banking sendiri bukan bisnis yang seksi, tetapi justru menjadi tulang punggung pendanaan murah bank. Layanan seperti pengelolaan kas, pembayaran, hingga pembiayaan perdagangan membuat bank dapat mengendapkan dana nasabah korporasi dalam jumlah besar dengan biaya rendah. Tak heran, persaingan di segmen ini sangat ketat.

Baca Juga: Nintendo Siapkan Penjualan Saham US$ 1,9 Miliar, Bank Kyoto & MUFG Lepas Kepemilikan

Menurut laporan McKinsey & Co., bisnis transaction banking global menghasilkan pendapatan hampir US$ 1,3 triliun pada 2024, setara dengan sekitar separuh total pendapatan wholesale banking. Artinya, siapa yang menguasai bisnis ini, berpeluang mengamankan likuiditas murah dalam jangka panjang.

Di tengah tekanan tersebut, MUFG mencoba memainkan kartu Asia. Bank ini memiliki pijakan yang relatif kuat di kawasan, termasuk kepemilikan bank lokal seperti Bank of Ayudhya di Thailand serta investasi di perbankan Vietnam dan Filipina. Keunggulan ini menjadi pembeda dibandingkan bank Barat yang kerap terkendala akses ke jaringan domestik.

Langkah konkret terbaru adalah peluncuran layanan transfer dana di Thailand, Indonesia, Filipina, dan Vietnam. Melalui skema ini, nasabah MUFG dapat mengakses jaringan pembayaran domestik tanpa harus membuka rekening di bank lokal sebuah kemudahan yang selama ini sulit ditawarkan bank asing.

Namun, strategi ini bukan tanpa tantangan. Ekspansi layanan membutuhkan talenta dengan keahlian spesifik, sementara persaingan perekrutan di industri perbankan global kian ketat. MUFG sendiri belum merinci berapa tambahan tenaga kerja yang akan direkrut.

Di sisi lain, kompetisi juga datang dari sesama bank Jepang. Sumitomo Mitsui Financial Group Inc. (SMFG) misalnya, menargetkan tambahan simpanan hingga ¥ 4 triliun dan US$ 60 miliar dari bisnis transaction banking dalam tiga tahun ke depan. Ini menandakan bahwa perebutan likuiditas murah tak hanya terjadi antar kawasan, tetapi juga di dalam negeri Jepang sendiri.

Baca Juga: Nikkei Melonjak 3% Rabu (1/4) Pagi, Harapan Reda Konflik Iran Dorong Sentimen Pasar

Bagi MUFG, bertarung di pasar Amerika Serikat melawan bank lokal jelas bukan pilihan realistis. Namun, ekspansi perusahaan multinasional Barat ke Asia membuka celah baru. Di sinilah MUFG melihat peluang, memanfaatkan kedekatan regional untuk menarik dana dalam mata uang lokal dari perusahaan Jepang maupun global.

Meski demikian, pertanyaan besarnya adalah apakah keunggulan regional cukup untuk menandingi dominasi jaringan global milik bank Barat. Tanpa inovasi layanan dan eksekusi yang konsisten, ambisi MUFG berisiko hanya menjadi strategi defensive bukan lompatan untuk benar-benar memimpin pasar.

Baca Juga: Risiko Geopolitik Tahan Kenaikan Bunga oleh Bank Sentral Jepang


Tag


TERBARU

[X]
×