Amerika Serikat Perkirakan Korea Utara Siap Melakukan Uji Coba Nuklir Bulan Ini

Sabtu, 07 Mei 2022 | 05:55 WIB Sumber: Reuters
Amerika Serikat Perkirakan Korea Utara Siap Melakukan Uji Coba Nuklir Bulan Ini


KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Wakil Juru Bicara Departemen Luar Negeri Amerika Serikat Jalina Porter menilai Korea Utara sedang mempersiapkan lokasi uji coba nuklir Punggye-ri dan siap untuk melakukan uji coba di sana pada awal bulan ini.

Mengutip Reuters, Sabtu (7/5), Korea Utara baru-baru ini meningkatkan uji coba senjata dan melanjutkan peluncuran rudal balistik antarbenua (ICBM) tahun ini untuk pertama kalinya sejak 2017.

Mereka belum menguji bom nuklir sejak 2017, tetapi pejabat AS dan Korea Selatan mengatakan selama berminggu-minggu bahwa ada tanda-tanda pembangunan baru di Punggye0ri, satu-satunya situs uji coba nuklir Korea Utara yang diketahui, dan bahwa Pyongyang dapat segera menguji bom lain.

Punggye-ri telah resmi ditutup sejak 2018 dan pernyataan Porter bahwa situs tersebut dapat siap bulan ini lebih spesifik mengenai kemungkinan waktu pengujian dan merupakan pernyataan pertama yang dicatat dari seorang pejabat AS.

Baca Juga: Ketika Pekerja Kantor dan Buruh Pabrik Korea Utara Dikerahkan untuk Atasi Kekeringan

"Amerika Serikat menilai bahwa DPRK sedang mempersiapkan situs uji Punggye-ri dan dapat siap untuk melakukan uji di sana pada awal bulan ini, yang akan menjadi uji ketujuh," katanya pada pengarahan rutin mengacu pada Korea Utara oleh inisial nama resminya.

"Penilaian ini konsisten dengan pernyataan publik DPRK sendiri baru-baru ini. Kami telah membagikan informasi ini dengan sekutu dan mitra dan akan terus berkoordinasi erat dengan mereka juga," kata Porter.

Dia menambahkan bahwa Amerika Serikat akan membangun koordinasi yang erat ini ketika Presiden Joe Biden melakukan perjalanan ke Korea Selatan dan Jepang pada 20-24 Mei.

Pekan lalu, pemimpin Korea Utara Kim Jong Un berjanji untuk mempercepat pengembangan persenjataan nuklir negaranya sambil mengawasi parade militer besar-besaran saat pembicaraan denuklirisasi dengan Amerika Serikat tetap terhenti.

Dia mengatakan misi mendasar dari kekuatan nuklir Korea Utara adalah pencegahan, tetapi penggunaannya "tidak pernah dapat dibatasi pada misi tunggal."

Baca Juga: Korea Utara Kembali Menembakkan Rudal Balistik, Korea Selatan dan Jepang Protes

Sebelumnya pada hari Jumat Amerika Serikat memberlakukan sanksi pada mixer mata uang virtual Blender, menuduhnya terlibat dalam salah satu pencurian cryptocurrency terbesar yang pernah tercatat dan digunakan oleh Korea Utara untuk mengumpulkan dana untuk program senjatanya.

Editor: Herlina Kartika Dewi

Terbaru