Reporter: Nina Dwiantika | Editor: Nina Dwiantika
KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Kementerian Perdagangan Amerika Serikat (AS) berencana memangkas tarif impor pasta asal Italia secara signifikan. Sebelumnya, kementerian ini mengusulkan bea masuk tinggi akibat tuduhan praktik dumping.
Menurut laporan Reuters (2/1), Departemen Perdagangan AS menyebut tarif final akan diumumkan pada 12 Maret 2026. Tarif tersebut diperkirakan 24%-29%.
Nilai tersebut jauh lebih rendah dibandingkan rencana awal sebesar 92%. yang jika digabung dengan tarif umum Uni Eropa, akan membuat total bea masuk pasta Italia mencapai 107%.
Sebagai catatan, saat ini sebagian besar produk asal Uni Eropa telah dikenai tarif minimal 15% oleh AS. Jika usulan awal diterapkan, pasta Italia akan menjadi salah satu produk pangan dengan beban tarif tertinggi di pasar AS.
Penyesuaian tarif dilakukan setelah otoritas AS mengevaluasi berbagai masukan dari para produsen, menyusul keputusan awal yang menyebut adanya penjualan pasta dengan harga tidak wajar.
Baca Juga: Bertahan Hari Ini, Tapi Harus Mengorbankan Pensiun Esok Hari
Pejabat Departemen Perdagangan AS mengatakan, sejumlah produsen Italia telah merespons kekhawatiran yang muncul dalam penetapan awal, sehingga membuka ruang penurunan tarif.
Kasus ini bermula dari pengaduan antidumping yang diajukan dua perusahaan AS, yakni 8th Avenue Food & Provisions dan Winland Foods, pada Juli 2025. Kedua perusahaan yang berbasis di kawasan Midwest ini menuding produsen pasta Italia menjual produk ke pasar AS dengan harga terlalu murah dan merugikan industri domestik.
Dalam hasil penyelidikan awal, Kementerian Perdagangan AS menyatakan, dua produsen besar, La Molisana dan Pastificio Lucio Garofalo, menjual pasta ke AS di bawah harga yang normal.
Pemerintah Italia menyambut rencana penyesuaian tarif tersebut. Kementerian Luar Negeri Italia menilai peninjauan ulang tarif mencerminkan pengakuan otoritas AS atas kesediaan perusahaan Italia untuk bekerjasama dalam proses penyelidikan.
Baca Juga: Harga Nikel Sentuh Level Tertinggi 14 Bulan Pasca Vale Indonesia Hentikan Penambangan













