kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Angka PHK di Inggris Meningkat


Jumat, 21 Februari 2025 / 22:54 WIB
Angka PHK di Inggris Meningkat
ILUSTRASI. Tractors drive past the Elizabeth Tower, commonly known as Big Ben, on the day of a protest against the Labour government's new agricultural policy, which includes a budget measure expected to increase inheritance tax liabilities for some farmers, during a demonstration in London, Britain, February 10, 2025. REUTERS/Jaimi Joy TPX IMAGES OF THE DAY


Reporter: Avanty Nurdiana | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - LONDON. Pebisnis di Inggris memangkas jumlah karyawan dalam jumlah tercepat selama empat tahun terakhir. Ini sejalan rencana kenaikan pajak yang akan diterapkan oleh Menteri Keuangan Inggris, Rachel Reeves, hingga membuat pemasok menaikkan harga. 

Pembacaan awal indeks manajer pembelian (PMI) gabungan S&P Inggris pada Februari 2025 memaparkan ada sedikit penurunan menjadi 50,5 dari 50,6 pada Januari 2025. Level ini menandakan kondisi bisnis masih di jalur pertumbuhan. Namun ada penurunan tajam di data ketenagakerjaan yang turun menjadi 43,5 dari 45,3, terendah sejak November 2020. 

"Satu dari tiga perusahaan melaporkan tingkat kepegawaian lebih rendah secara langsung berhubungan dengan kebijakan Inggris," ujar Chris Williamson, Kepala Ekonom S&P Global Market Intelligence ke Reuters.

Reeves menaikkan iuran jaminan sosial yang dibayarkan perusahaan sebesar £ 25 miliar memicu protes dan berdampak pada lapangan kerja. 
 




TERBARU

[X]
×