kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.632.000   22.000   0,84%
  • USD/IDR 17.880   -62,00   -0,35%
  • IDX 6.340   108,24   1,74%
  • KOMPAS100 839   16,49   2,00%
  • LQ45 637   8,89   1,42%
  • ISSI 218   3,63   1,69%
  • IDX30 358   3,90   1,10%
  • IDXHIDIV20 444   3,51   0,80%
  • IDX80 96   1,59   1,69%
  • IDXV30 119   0,82   0,69%
  • IDXQ30 115   1,03   0,91%

AS akan merombak pengawasan setelah kecelakaan dua pesawat Boeing 737 Max


Rabu, 27 Maret 2019 / 06:55 WIB


Sumber: Reuters | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Regulator penerbangan Amerika Serikat (AS) akan mengubah secara signifikan pendekatan pengawasan keselamatan pada pada bulan Juli mendatang. Langkah ini muncul setelah dua kecelakaan pesawat penumpang Boeing 737 Max yang fatal.

Menurut catatan Kongres yang dikutip Reuters, pada sidang subkomite Senat Perdagangan AS pada Rabu, Pjs Kepala Federal Aviation Administration (FAA) Dan Elwell akan mengungkapkan pendekatan pengawasan FAA akan berevolusi setelah kecelakaan.

Detail perubahan pengawasan ini masih belum jelas. Tapi, Senat diperkirakan akan menanyai Elwell cara regulator mengubah proses industri manufaktur yang sebagian besar bisa mensertifikasi pesawat mereka sendiri dan sistem perangkat lunak penerbangan.

Perangkat lunak anti-stall akan menjadi salah satu fokus utama penyelidikan dua kecelakaan pesawat yang terjadi selang lima bulan ini. Kecelakaan Ethiopian Airlines yang menewaskan 157 orang terjadi pada 10 Maret 2019. Sebelumnya, kecelakaan Lion Air terjadi pada 29 Oktober 2018 dan menewaskan 189 orang.

Seorang jurubicara Kementerian Transportasi Ethiopia mengatakan, laporan awal kecelakaan sangat mungkin dirilis minggu ini.

Pesawat Boeing 737 Max merupakan pesawat paling laris dengan pesanan yang ada saat ini mencapai US$ 500 miliar. Hingga saat ini, otoritas penerbangan global masih melarang penerbangan pesawat 737 Max. Penerbangan pesawat ini tanpa penumpang masih diperbolehkan untuk memindahkan pesawat ke bandara lain.

FAA mengatakan, kemarin, pesawat tanpa penumpang Southwest Airlines Co seri Boeing 737 Max 8 yang meninggalkan Orlando, Florida, mendarat dengan selamat setelah mengumumkan keadaan darurat akibat masalah mesin. Southwest mengatakan, masalah ini tidak terkait dengan sistem komputer pada 737 Max.

Pernyataan Elwell mengungkapkan bahwa Boeing menyerahkan usulan upgrade perangkat lunak anti-stall yang diseut sebagai Maneuvering Characteristics Augmentation System (MCAS) untuk sertifikasi FAA pada 21 Januari. Boeing mengonfirmasi dalam pernyataan kemarin, bahwa verifikasi dan sertifikasi penerbangan berlangsung pada 7 Februari dan 12 Maret.

Allied Pilots Association yang mewakili pilot-pilot American Airlines menyambut langkah-langkah perubahan keselamatan penerbangan. "Kami juga tertarik melihat perubahan struktur dan proses sertifikasi FAA yang akan memastikan bahwa tidak akan terjadi lagi sistem penting seperti MCAS tidak transparan bagi pilot," ungkap asosiasi dalam pernyataan. 

Allied Pilots Association menggarisbawahi bahwa sejumlah pilot tidak menyadari keberadaan MCAS di pesawat Max yang mereka terbangkan.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×