kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

AS dan China capai kesepakatan dagang atas produk pertanian dan mata uang


Sabtu, 12 Oktober 2019 / 04:09 WIB

AS dan China capai kesepakatan dagang atas produk pertanian dan mata uang
ILUSTRASI. Perwakilan Dagang Robert Lighthizer menunjuk pada spidol di lantai saat ia memimpin Wakil Perdana Menteri China Liu He dan Menteri Keuangan Steven Mnuchin ke posisi mereka untuk foto keluarga di Pusat Konferensi Xijiao di Shanghai, Cina, 31 Juli 2019.


KONTAN.CO.ID -  WASHINGTON/BEIJING.  Perundingan perdagangan antara Amerika Serikat (AS) dan China pada hari Jumat (11/10) akhirnya mencapai kata sepakat untuk fase pertama.

Kesepakatan yang dicapai menyangkut pembelian produk pertanian, mata uang dan beberapa aspek perlindungan kekayaan intelektual dan mencegah kenaikan tarif yang sebelumnya diancam oleh Presiden AS Donald Trump.

Baca Juga: Negosiasi dagang AS-China berakhir, muncul harapan ada kesepakatan terbatas

Mengutip Reuters, kesepakatan awal dan parsial ini merupakan langkah terbesar menuju penyelesaian perang tarif antara kedua negara yang telah berlangsung selama 15 bulan dan telah mengguncang perekonomian dunia dan pasar keuangan global, menekan industri manufaktur dan memperlambat pertumbuhan ekonomi global.

Trump mengatakan, kedua belah pihak sangat dekat untuk mengakhiri perang dagang dan akan membutuhkan waktu lima pekan untuk mencapai kesepakatan tertulis.

Hal itu ia katakan setelah berbicara dengan Wakil Perdana Menteri China Liu He, yang merupakan negosiator utama Tiongkok.

Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin mengatakan bahwa Trump telah setuju untuk tidak melanjutkan ancaman kenaikan tarif menjadi 30% dari 25% untuk produk-produk China senilai US$ 250 miliar yang seharusnya berlaku pada hari Selasa mendatang.

Baca Juga: Optimisme Negosiasi Dagang AS-China Mengantarkan Harga Emas Hari Ini Ke US$ 1.480

Namun Perwakilan Danga AS Robert Lighthizer menambahkan, Trump belum membuat keputusan tentang tarif yang mulai berlapa pada Desember mendatang.

Kabar gembira ini sontak mengerek indeks-indeks saham utama AS lebih tajam.


Sumber : Reuters
Editor: Noverius Laoli

Video Pilihan


Close [X]
×