kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.614.000   8.000   0,31%
  • USD/IDR 17.940   -67,00   -0,37%
  • IDX 6.176   67,33   1,10%
  • KOMPAS100 814   12,72   1,59%
  • LQ45 622   13,33   2,19%
  • ISSI 212   0,39   0,18%
  • IDX30 351   8,04   2,34%
  • IDXHIDIV20 438   9,47   2,21%
  • IDX80 93   1,54   1,68%
  • IDXV30 117   0,44   0,38%
  • IDXQ30 113   2,94   2,65%

Negosiasi dagang AS-China berakhir, muncul harapan ada kesepakatan terbatas


Sabtu, 12 Oktober 2019 / 02:10 WIB


Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Negosiator terkemuka dari Amerika Serikat (AS) dan China mengakhiri pembicaraan perdagangan hari pertama kedua negara pad ahari Kamis, ketika kelompok-kelompok bisnis menyatakan optimisme bahwa kedua negara mungkin dapat meredakan perang dagang yang sudah berlansung 15 bulan dan menunda kenaikan tarif AS yang dijadwalkan berlangsung minggu depan. 

Mengutip Reuters, Jumat (11/10), Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin dan Perwakilan Dagang AS Robert Lighthizer bertemu dengan Wakil Perdana Menteri China Liu He dan pejabat senior Tiongkok lainnya selama sekitar tujuh jam di markas USTR dekat Gedung Putih.

Baca Juga: Dulu pernah hampir bangkrut, kini Marvel dulang pendapatan miliaran dolar

"Kami melakukan negosiasi yang sangat, sangat baik dengan China," kata Presiden AS Donald Trump kepada wartawan setelah pembicaraan berakhir.

Dia mengulangi rencananya untuk bertemu dengan Liu di Gedung Putih pada hari Jumat, dianggap sebagai pertanda baik.

Seorang pejabat Gedung Putih mengatakan pembicaraan berjalan sangat baik, "mungkin lebih baik dari yang diharapkan."

Liu yang tersenyum melambaikan tangan kepada wartawan sebelum meninggalkan USTR dengan Cadillac hitam, tanpa menjawab pertanyaan. Kedua pihak dijadwalkan bertemu untuk hari terakhir pada hari Jumat.

Baca Juga: Kemenperin: Di saat manufaktur gobal melambat, Indonesia justru tumbuh

Para negosiator dapat menyetujui perjanjian "panen awal" tingkat rendah tentang isu-isu seperti mata uang dan perlindungan hak cipta, meskipun ada peningkatan kekesalan antara dua ekonomi terbesar di dunia, seorang pejabat Kamar Dagang AS yang diberitahu oleh kedua belah pihak mengatakan sebelumnya pada hari Kamis.




TERBARU

[X]
×