kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   -20.000   -0,77%
  • USD/IDR 17.954   13,00   0,07%
  • IDX 5.907   -29,02   -0,49%
  • KOMPAS100 761   -4,32   -0,56%
  • LQ45 587   -4,23   -0,72%
  • ISSI 205   -0,96   -0,46%
  • IDX30 327   -2,99   -0,91%
  • IDXHIDIV20 420   -3,07   -0,73%
  • IDX80 87   -0,50   -0,57%
  • IDXV30 115   -0,50   -0,43%
  • IDXQ30 107   -1,08   -1,00%

AS Kecam Sanksi China terhadap Pejabat Belize dan Paraguay Terkait Taiwan


Selasa, 13 Oktober 2026 / 09:18 WIB
AS Kecam Sanksi China terhadap Pejabat Belize dan Paraguay Terkait Taiwan
ILUSTRASI. Taiwan - China, Donald Trump (REUTERS/Dado Ruvic)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Pemerintah Amerika Serikat (AS) menentang tindakan China yang menjatuhkan sanksi terhadap pejabat Belize dan Paraguay karena hubungan diplomatik kedua negara tersebut dengan Taiwan.

Washington menilai, tindakan Beijing sebagai bentuk tekanan terhadap negara lain yang menjalankan hak kedaulatannya.

Melansir Reuters, juru bicara Departemen Luar Negeri AS Tommy Pigott mengatakan, pemerintahan Presiden Donald Trump menolak segala bentuk pemaksaan dan agresi China terhadap negara-negara di kawasan Amerika.

Baca Juga: Geopolitik Memanas, Dolar AS Bertahan Mendekati Level Tertinggi dalam 18 Bulan

“Pemerintahan Trump menentang pemaksaan dan agresi China terhadap negara-negara di belahan bumi kami karena menjalankan hak kedaulatan mereka,” ujar Pigott dalam sebuah pernyataan, Selasa (13/10/2026).

Pigott juga mengutip pernyataan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio sebelumnya yang menegaskan bahwa Washington tidak akan membiarkan kawasan Amerika menjadi basis operasi bagi pihak-pihak yang dianggap sebagai lawan atau pesaing untuk mengancam keamanan AS maupun merusak kemitraannya.

“Kami berdiri bersama sahabat dan mitra kami, termasuk Taiwan, untuk memajukan kemakmuran, keamanan, dan nilai-nilai bersama,” kata Pigott.

Belize dan Paraguay merupakan dua dari hanya 12 negara yang masih menjalin hubungan diplomatik resmi dengan Taiwan.

China menganggap Taiwan sebagai salah satu provinsinya dan menolak pengakuan Taiwan sebagai negara berdaulat. Pemerintah Taiwan dengan tegas menolak pandangan tersebut.

Baca Juga: Raja Malaysia Beli 2,25% Saham Southern Alliance Mining, Bidik Bisnis Tanah Jarang

Sanksi yang dijatuhkan Beijing terhadap pejabat kedua negara itu dinilai lebih bersifat simbolis karena para pejabat dari negara-negara yang menjadi mitra diplomatik Taiwan umumnya tidak melakukan perjalanan ke China.

Sebelumnya, Beijing juga pernah menjatuhkan sanksi serupa, terutama terhadap politikus negara-negara Barat yang mendukung Taiwan.

AS merupakan pendukung internasional terpenting Taiwan, meskipun Washington tidak memiliki hubungan diplomatik resmi dengan Taipei.

Pemerintah AS juga menaruh perhatian terhadap upaya China untuk memperluas pengaruhnya di Amerika Latin, selain langkah Beijing untuk membujuk negara-negara yang masih memiliki hubungan diplomatik dengan Taiwan agar beralih mendukung China.

Wakil Menteri Luar Negeri Taiwan Chen Ming-chi mengatakan kepada wartawan di gedung parlemen di Taipei pada Selasa bahwa China memperluas praktik tekanan lintas negara terhadap mitra diplomatik Taiwan.

Baca Juga: Serangan Houthi di Riyadh, Arab Saudi Disorot soal Sistem Peringatan Dini

“Visibilitas Taiwan di dunia internasional semakin meningkat, dan mereka akan terus disibukkan oleh kenyataan ini,” ujar Chen, merujuk pada China. Ia juga mempertanyakan apakah Beijing berencana menjatuhkan sanksi kepada seluruh dunia.

China terus meningkatkan tekanan terhadap negara-negara yang masih menjalin hubungan diplomatik dengan Taiwan agar memutuskan hubungan dengan Taipei.

Negara terakhir yang mengambil langkah tersebut adalah Nauru, negara kepulauan kecil di Pasifik, pada 2024. Sebelumnya, Honduras mengakhiri hubungan diplomatiknya dengan Taiwan pada 2023 setelah menjalin hubungan selama puluhan tahun.




TERBARU

[X]
×