Sumber: Reuters | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID - MUMBAI. India mengatakan pada hari Sabtu (25/7) bahwa mereka akan terus bernegosiasi dengan Amerika Serikat untuk menyelesaikan perjanjian perdagangan bilateral, setelah Washington memberlakukan tarif 10% pada impor dari negara Asia Selatan tersebut berdasarkan langkah-langkah perdagangan baru.
Pemerintahan Trump pada hari Jumat mengumumkan bea masuk baru antara 10% dan 12,5% pada barang-barang dari 60 mitra dagang, termasuk India, dengan alasan negara-negara tersebut gagal mengekang impor yang dibuat dengan kerja paksa.
Bea masuk baru untuk India lebih rendah dari tarif 12,5% yang diusulkan pada bulan Juni dan tidak termasuk produk-produk seperti obat generik, ponsel pintar, baja, aluminium, dan suku cadang otomotif, kata Kementerian Perdagangan India dalam sebuah pernyataan.
Baca Juga: Kebakaran Hutan Melanda Prancis dan Spanyol, Ratusan Ribu Warga Dievakuasi
India tetap terlibat dengan Amerika Serikat dan akan melanjutkan diskusi tentang isu-isu spesifik sektor, termasuk tekstil, sebagai bagian dari negosiasi perjanjian perdagangan bilateral, kata pernyataan itu.
Kedua negara telah menegosiasikan perjanjian perdagangan sejak tahun lalu karena mereka berupaya memperdalam hubungan ekonomi dan menyelesaikan masalah akses pasar yang telah lama ada.
"Pemerintah tetap berkomitmen untuk bekerja sama dengan Amerika Serikat menuju penyelesaian awal Perjanjian Perdagangan Bilateral India-AS," kata kementerian tersebut.
Disebutkan bahwa sekitar 45% ekspor India ke Amerika Serikat akan tetap berada di luar cakupan tarif baru karena pengecualian produk, sementara 55% sisanya akan menghadapi bea masuk baru sebesar 10%.
Bea masuk baru ini berlaku di atas tarif negara yang paling disukai (most-favoured-nation) standar AS.
Reuters melaporkan pada hari Jumat bahwa eksportir tekstil dan pakaian India kemungkinan akan dirugikan dibandingkan beberapa pesaing Asia di bawah rezim tarif baru ini.
Baca Juga: Situs Kuno Sebastia Masuk Warisan Dunia UNESCO, Palestina-Israel Berselisih




