kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.085.000   40.000   1,31%
  • USD/IDR 16.809   26,00   0,15%
  • IDX 8.235   0,22   0,00%
  • KOMPAS100 1.156   -1,44   -0,12%
  • LQ45 834   -3,53   -0,42%
  • ISSI 293   0,28   0,09%
  • IDX30 440   -3,60   -0,81%
  • IDXHIDIV20 527   -6,48   -1,22%
  • IDX80 129   -0,27   -0,21%
  • IDXV30 143   -1,25   -0,87%
  • IDXQ30 141   -1,73   -1,21%

AS: Korut ujicoba mesin rudal baru


Jumat, 23 Juni 2017 / 13:32 WIB
AS: Korut ujicoba mesin rudal baru


Sumber: BBC | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

WASHINGTON. Pejabat tinggi Amerika Serikat (AS) memberitahukan, Korea Utara kembali menguji mesin roket baru. Uji coba ini sebagai upaya Korut untuk mengembangkan rudal yang mampu mencapai daratan Amerika.

Kabar ini tersiar di tengah meningkatnya ketegangan hubungan antara Washington dengan Pyongyang terkait dengan ambisi nuklir Korut.

Pemerintahan Donald Trump sebelumnya sudah menegaskan, isu ini menjadi salah satu prioritas utama mereka.

Sementara itu, kendati mendapat kecaman dari dunia internasional, Korut semakin meningkatkan ujicoba nuklir dengan tujuan mengembangkan senjata roket nuklir berskala kontinental.

Agensi Intelijen Pertahanan AS pada bulan lalu mengingatkan bahwa Korut melakukan beragam upaya untuk mewujudkan hal tersebut.

Seorang pejabat AS yang namanya dirahasiakan mengatakan kepada sejumlah media, ujicoba mesin rudal terbaru, pada Kamis (22/6), dapat menjadi satu tahap dari pengembangan senjata rudal berskala kontinental yang dapat mencapai AS.

Mengingat sifat tertutup aktivitas militer Korut, sangat sulit bagi para ahli untuk memperkirakan seberapa jauh negara ini sudah mengembangkan senjata berbahaya tersebut.

Menteri Luar Negeri AS Rex Tillerson pada Rabu (21/6) lalu mendesak China untuk menggunakan tekanan diplomatik yang lebih besar kepada Pyongyang jika mereka ingin mencegah ketegangan di kawasan.

China dinilai sebagai aliansi utama Korut dan AS berharap Beijing bisa memiliki pengaruh yang lebih besar terhadap Korut untuk menghentikan ujicoba dan program nuklir.

Sementara itu, Trump bilang dia mencoba menyelesaikan masalah dengan Korut secara diplomatik. "Tapi konflik yang sangat besar bisa saja terjadi," jelasnya.




TERBARU

[X]
×