kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45823,04   -9,71   -1.17%
  • EMAS948.000 -0,52%
  • RD.SAHAM -0.61%
  • RD.CAMPURAN -0.21%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

AS menggandeng sekutunya untuk melindungi negara-negara Pasifik dari pengaruh China


Rabu, 09 Juni 2021 / 10:55 WIB
AS menggandeng sekutunya untuk melindungi negara-negara Pasifik dari pengaruh China
ILUSTRASI. Suasana Monumen Washington, tiga hari setelah protes sertifikasi Kongres AS tentang hasil pemilu November 2020 di Washington, AS, Sabtu (9/1/2021).

Sumber: Reuters | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Demi melindungi negara-negara kepulauan Pasifik dari "gangguan" China, Amerika Serikat berencana untuk bekerja sama dengan sekutunya, seperti Jepang, Selandia Baru, dan Australia.

Sebagai fokus utama, AS dan sekutunya akan membantu negara-negara Pasifik untuk membangun kembali Forum Kepulauan Pasifik yang kini mulai kehilangan kekuatan setelah ditinggal lima anggotanya bulan Februari lalu.

Pada hari Selasa (9/6), koordinator Gedung Putih untuk urusan Indo-Pasifik Kurt Campbell, mengatakan AS ingin bekerja dengan negara lain untuk menyelenggarakan kembali forum tersebut.

"Mereka adalah pulau-pulau di mana kita (AS) memiliki kepentingan moral dan strategis sejarah yang sangat besar, dan kemudian terkadang kita lupa itu," ungkap Campbell, seperti dilansir Reuters.

Baca Juga: Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mendapat dukungan untuk menjabat dua periode

Hadir dalam diskusi yang diadakan lembaga think thank Center for a New American Security, Campbell menyoroti sejumlah masalah, seperti minimnya peran negara-negara Pasifik di PBB, tantangan kesehatan yang dihadapi, masalah perubahan iklim, peran militer, hingga perikanan.

"Satu hal yang ingin kami lakukan dalam waktu dekat adalah bekerja sama dengan sekutu seperti Australia, Selandia Baru, Jepang, dan lainnya, bertemu dengan negara-negara kepulauan Pasifik untuk membicarakan tujuan bersama," lanjut Campbell.

Saat ini sebagian besar negara Pasifik menghadapi hambatan ekonomi yang parah karena ketergantungan mereka yang besar pada pariwisata internasional, sebuah industri yang tiba-tiba tutup tahun lalu karena pandemi virus corona.

Perpecahan di Forum Kepulauan Pasifik

Forum Kepulauan Pasifik beranggotakan 18 negara, mayoritas merupakan negara-negara pulau kecil dengan Australia dan Selandia Baru yang memiliki kekuatan besar. Bagi AS, forum ini merupakan kunci penting untuk memperluas perannya di kawasan Pasifik.

Pada bulan Februari 2021, empat anggotanya, yakni Kepulauan Marshall, Kiribati, Nauru, dan Negara Federasi Mikronesia memutuskan dari forum karena sengketa kepemimpinan dalam organisasi regional tersebut.

Baca Juga: China selesaikan latihan militer sebulan penuh, sempat lintasi Laut Sulawesi




TERBARU
Kontan Academy
MiniMBA on Problem Solving using world class consultants approach Sukses Memimpin: Kunci Kepemimpinan Asertif Batch 2

[X]
×