China selesaikan latihan militer sebulan penuh, sempat lintasi Laut Sulawesi

Rabu, 09 Juni 2021 | 09:45 WIB Sumber: Global Times
China selesaikan latihan militer sebulan penuh, sempat lintasi Laut Sulawesi

KONTAN.CO.ID - BEIJING. Armada Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat Tiongkok (PLA) baru saja menyelesaikan latihan militer selama sebulan penuh, termasuk di antaranya melintasi Laut Sulawesi dan Pasifik Barat.

Global Times melaporkan, Angkatan Laut China juga sempat menggelar latihan gabungan bersama TNI AU setelah melintasi khatulistiwa dari Laut Cina Selatan.

Latihan militer China kali ini bisa dibilang sedikit berbeda karena tidak menurunkan kapal perang besar. Para analis menilai, China coba menunjukkan bahwa kapal kecil mereka pun mampu melakukan tugas-tugas laut jauh.

Dalam pernyataan yang dirilis hari Sabtu (5/6), Angkatan Laut China mengumumkan sejumlah kapal yang ikut serta. Di antaranya adalah fregat berpeluru kendali Type 054A Liuzhou, korvet Type 056A Suqian dan Jingmen, dan kapal pengisian komprehensif Type 903 Weishanhu.

Seluruh kapal dilaporkan telah menempuh jarak hingga 6.700 mil laut selama latihan yang berlangsung hampir sebulan.

Baca Juga: Bersiap melawan China dan Rusia, Joe Biden meminta anggaran pertahanan AS ditambah

Dalam perjalanannya, armada laut China melintasi khatulistiwa dari Laut Cina Selatan sembari mengadakan lebih dari 20 latihan dengan orientasi pertempuran yang melibatkan banyak pihak.

Latihan tempur termasuk penembakan langsung dengan senjata utama dan sistem senjata jarak dekat, latihan anti-kapal selam terkoordinasi antara kapal dan helikopter, pertahanan udara terhadap rudal yang masuk dan pengisian ulang di laut.

Kapal Liuzhou dan Suqian juga sempat singgah di Indonesia dan mengadakan latihan maritim bersama dengan TNI AU di sekitar Jakarta. Pada 9 Mei, Angkatan Laut China mengumumkan bahwa latihan dengan Indonesia dilakukan untuk memperkuat hubungan dan meningkatkan kemampuan dalam menangani keadaan darurat maritim secara terkoordinasi.

Angkatan Laut China dalam laporannya menegaskan bahwa agenda ekspedisi dan latihan bersama merupakan agenda rutin yang sesuai dengan jadwal pelatihan tahunan.

Baca Juga: Siapkan helikopter siluman baru, China dituding meniru helikopter Black Hawk milik AS

Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

Terbaru