kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   -20.000   -0,77%
  • USD/IDR 17.938   -3,00   -0,02%
  • IDX 5.911   -24,68   -0,42%
  • KOMPAS100 762   -3,06   -0,40%
  • LQ45 588   -3,09   -0,52%
  • ISSI 205   -1,13   -0,55%
  • IDX30 327   -2,35   -0,71%
  • IDXHIDIV20 421   -1,92   -0,45%
  • IDX80 87   -0,36   -0,41%
  • IDXV30 115   -0,24   -0,20%
  • IDXQ30 107   -0,80   -0,74%

ASEAN Bahas Kabut Asap Lintas Negara, Karhutla RI Terparah dalam 11 Tahun


Selasa, 13 Oktober 2026 / 12:10 WIB
ASEAN Bahas Kabut Asap Lintas Negara, Karhutla RI Terparah dalam 11 Tahun
ILUSTRASI. Kabut Asap di Putrajaya Malaysia (REUTERS/Hasnoor Hussain)


Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Negara-negara Asia Tenggara akan membahas penanganan kabut asap lintas batas akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dalam pertemuan para menteri luar negeri ASEAN pada November 2026.

Pembahasan ini dilakukan menjelang Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN, di tengah meluasnya dampak karhutla di Indonesia ke negara-negara tetangga.

Filipina selaku Ketua ASEAN menyatakan bahwa isu kabut asap telah masuk dalam agenda pertemuan persiapan para menteri luar negeri ASEAN.

Baca Juga: Kabut Asap Parah Mengintai ASEAN di 2026: Singapura, Indonesia Waspada!

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Filipina, Dominic Xavier Imperial, mengonfirmasi hal tersebut pada Selasa (13/10).

Karhutla yang berlangsung selama berbulan-bulan di Indonesia dalam beberapa pekan terakhir telah menyebabkan kabut asap tebal menyelimuti sebagian wilayah Singapura dan Malaysia.

Pekan lalu, Malaysia bahkan menutup sekolah di sejumlah negara bagian setelah tingkat polusi udara mencapai kategori tidak sehat.

Kebakaran yang terutama melanda Sumatra dan Kalimantan itu disebut sebagai yang paling intens dalam 11 tahun terakhir di Indonesia.

Menteri Luar Negeri Malaysia Mohamad Hasan sebelumnya mengatakan akan mengangkat persoalan kabut asap tersebut dalam forum ASEAN.

Menurut dia, mekanisme ASEAN yang selama ini digunakan untuk menangani bencana alam belum mencakup penanganan kabut asap lintas batas secara memadai.

Baca Juga: Indonesia Kaji Usulan Malaysia Bentuk Sustainable Haze Fund untuk Atasi Kabut Asap

Malaysia juga pernah menawarkan bantuan kepada Indonesia untuk memadamkan kebakaran.

Namun, upaya pemadaman di sejumlah wilayah menghadapi kendala berupa jarak pandang yang buruk, sulitnya akses ke lokasi kebakaran, serta kondisi yang belum mendukung pelaksanaan penyemaian awan.

“Isu kabut asap masuk dalam agenda pertemuan,” kata Imperial, merujuk pada pertemuan persiapan para menteri luar negeri ASEAN menjelang KTT November mendatang.




TERBARU
KONTAN10.10
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×