kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.540.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.097   17,00   0,09%
  • IDX 5.439   51,35   0,95%
  • KOMPAS100 703   6,01   0,86%
  • LQ45 547   2,49   0,46%
  • ISSI 186   3,05   1,66%
  • IDX30 306   1,13   0,37%
  • IDXHIDIV20 403   3,67   0,92%
  • IDX80 81   0,56   0,70%
  • IDXV30 112   1,52   1,37%
  • IDXQ30 102   0,58   0,58%

Audi Dikabarkan Bangun Pabrik di AS, Bakal Produksi SUV Capai 200.000 Unit


Minggu, 25 Oktober 2026 / 06:09 WIB
Audi Dikabarkan Bangun Pabrik di AS, Bakal Produksi SUV Capai 200.000 Unit
ILUSTRASI. Audi dan Singapore Airlines (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Sumber: Reuters | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Produsen otomotif asal Jerman, Audi, dikabarkan berencana membangun pabrik perakitan kendaraan di Georgia, Amerika Serikat (AS), dengan kapasitas produksi mencapai 200.000 unit sport utility vehicle (SUV) per tahun. Rencana tersebut akan diumumkan Presiden AS Donald Trump pada Sabtu (24/10), menurut seorang pejabat pemerintah yang dikutip Reuters.

Pabrik tersebut rencananya akan memproduksi SUV Audi Q7, Q8, dan Q9. Pengumuman itu diperkirakan disampaikan Trump di Georgia, tidak jauh dari lokasi pembangunan pabrik yang direncanakan.

Selain investasi di Georgia, Audi juga diperkirakan mengumumkan rencana produksi 25.000 kendaraan di South Carolina. Kendaraan tersebut akan dirakit di pabrik Scout Motors, merek kendaraan off-road milik Volkswagen Group, yang tengah dibangun di Blythewood dengan nilai investasi sebesar US$ 2 miliar.

Baca Juga: Pengadilan Negara Ini Mulai Adili Netanyahu & Menteri-Menteri Israel, Aset Diusut

Sejumlah kendaraan yang akan diproduksi di Amerika Serikat saat ini masih dibuat di Eropa. Sebagian hasil produksi dari fasilitas baru tersebut juga direncanakan untuk diekspor.

Hingga berita ini ditulis, Audi belum memberikan komentar terkait rencana tersebut. Gedung Putih juga belum menanggapi permintaan konfirmasi dari Reuters.

Rencana investasi Audi muncul di tengah tekanan pemerintahan Trump terhadap produsen otomotif untuk memindahkan kegiatan produksi ke Amerika Serikat. Pemerintah AS juga telah menaikkan tarif terhadap kendaraan, baja, aluminium, dan suku cadang otomotif.

Trump berupaya menunjukkan bahwa kebijakan tarif tersebut dapat mendorong aktivitas industri dan memperkuat perekonomian domestik. Namun, para pengkritik menilai tarif impor justru berpotensi meningkatkan harga kendaraan bagi konsumen.

Di sisi lain, keputusan Trump memangkas insentif kendaraan listrik telah diikuti penurunan signifikan produksi kendaraan listrik dan baterai di AS. Secara keseluruhan, jumlah tenaga kerja di sektor kendaraan dan suku cadang juga tercatat menurun sejak Trump menjabat.

Georgia sendiri menjadi salah satu wilayah dengan persaingan ketat dalam pemilihan paruh waktu AS, termasuk untuk kursi Senat dan jabatan gubernur. Pengumuman investasi otomotif tersebut berlangsung dalam konteks persaingan politik itu.

Baca Juga: Intelijen AS Peringatkan Ancaman Iran terhadap Warga Amerika Meningkat

Rencana ekspansi ke AS berlangsung ketika kinerja penjualan Audi menghadapi tekanan. Penjualan perusahaan tersebut turun selama dua tahun berturut-turut dan kembali merosot 7% pada paruh pertama 2026, di tengah ketatnya persaingan di China dan dampak tarif AS terhadap permintaan.

Penjualan Audi di pasar AS juga dilaporkan turun 16% sepanjang tahun ini.

Di Jerman, pabrik Audi di Neckarsulm, wilayah barat daya negara tersebut, termasuk satu dari empat pabrik Volkswagen yang menghadapi kemungkinan penutupan setelah 2030.

Kondisi tersebut menambah tekanan bagi Volkswagen Group untuk menyesuaikan kapasitas produksi dan strategi manufakturnya di berbagai pasar.

Audi bukan satu-satunya produsen otomotif yang mempertimbangkan perluasan kapasitas produksi di Amerika Serikat.

Pada Juli lalu, Toyota mengumumkan rencana investasi sebesar US$ 3,6 miliar untuk membangun jalur perakitan truk seluas sekitar 232.000 meter persegi di kompleks manufakturnya di San Antonio, Texas. Perusahaan asal Jepang tersebut juga berencana memindahkan sebagian produksi truk dari Meksiko ke AS.

Ekspansi Toyota ditargetkan selesai pada 2030 dan diperkirakan menciptakan sekitar 2.000 lapangan kerja.

Sementara itu, Honda Motor tengah mempertimbangkan pembangunan pabrik perakitan di AS. Namun, perusahaan tersebut memperingatkan bahwa investasi itu mungkin tidak akan direalisasikan jika Perjanjian Perdagangan Amerika Serikat-Meksiko-Kanada (USMCA) tidak diperpanjang.

Hyundai sebelumnya juga menyatakan bahwa kepastian terkait USMCA dapat membuka peluang investasi baru di AS senilai lebih dari US$ 20 miliar.

Perkembangan tersebut menunjukkan kebijakan perdagangan dan kepastian regulasi menjadi faktor penting bagi produsen otomotif dalam menentukan lokasi produksi, rantai pasok, serta strategi investasi jangka panjang mereka.

Baca Juga: Orang Kaya Ramai-Ramai Pindahkan Emas ke Singapura, Tembus 800 Ton




TERBARU

[X]
×