kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.576.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.925   -67,00   -0,37%
  • IDX 6.002   -7,56   -0,13%
  • KOMPAS100 771   -2,67   -0,35%
  • LQ45 590   -1,99   -0,34%
  • ISSI 209   0,49   0,24%
  • IDX30 327   -0,77   -0,23%
  • IDXHIDIV20 420   0,71   0,17%
  • IDX80 88   -0,28   -0,31%
  • IDXV30 114   0,34   0,29%
  • IDXQ30 107   -0,17   -0,16%

Australia Mendesak China untuk Ikut Mengecam Invasi Rusia di Ukraina


Senin, 07 Maret 2022 / 13:07 WIB
ILUSTRASI. Perdana Menteri Australia Scott Morrison


Sumber: Reuters | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

Saat ini sebagian besar negara telah memutuskan perdagangan dengan Rusia. Perusahaan pembayaran seperti Visa dan Mastercard juga telah menangguhkan operasinya di sana.

Sebaliknya, China justru melonggarkan tarif gandum ke Rusia dan mungkin memasok sistem UnionPay-nya.

"Bagi saya, ini benar-benar mengejutkan, dengan kepentingan internasional yang lebih luas. Selama mereka bertaruh setiap cara untuk ini, maka saya khawatir pertumpahan darah akan terus berlanjut," tambah Morrison.

Lebih lanjut, Morrison melihat tatanan otokrasi China dan Rusia saat ini telah secara naluriah berjalan secara beriringan dan berupaya menantang serta mengatur ulang tatanan dunia berdasarkan visi mereka sendiri.




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×