kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.947.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.842   40,00   0,24%
  • IDX 8.284   -6,79   -0,08%
  • KOMPAS100 1.171   -0,80   -0,07%
  • LQ45 840   -1,54   -0,18%
  • ISSI 296   0,09   0,03%
  • IDX30 437   0,84   0,19%
  • IDXHIDIV20 521   1,01   0,19%
  • IDX80 131   -0,07   -0,05%
  • IDXV30 143   0,75   0,53%
  • IDXQ30 141   0,00   0,00%

Australia Mendesak China untuk Ikut Mengecam Invasi Rusia di Ukraina


Senin, 07 Maret 2022 / 13:07 WIB
Australia Mendesak China untuk Ikut Mengecam Invasi Rusia di Ukraina
ILUSTRASI. Perdana Menteri Australia Scott Morrison


Sumber: Reuters | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

Saat ini sebagian besar negara telah memutuskan perdagangan dengan Rusia. Perusahaan pembayaran seperti Visa dan Mastercard juga telah menangguhkan operasinya di sana.

Sebaliknya, China justru melonggarkan tarif gandum ke Rusia dan mungkin memasok sistem UnionPay-nya.

"Bagi saya, ini benar-benar mengejutkan, dengan kepentingan internasional yang lebih luas. Selama mereka bertaruh setiap cara untuk ini, maka saya khawatir pertumpahan darah akan terus berlanjut," tambah Morrison.

Lebih lanjut, Morrison melihat tatanan otokrasi China dan Rusia saat ini telah secara naluriah berjalan secara beriringan dan berupaya menantang serta mengatur ulang tatanan dunia berdasarkan visi mereka sendiri.




TERBARU

[X]
×